Cerita Warga Pilih Mudik Lebih Awal dari Terminal Kalideres demi Hindari Macet

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita


JAKARTA, KOMPAS.com - Warga memilih mudik Lebaran lebih awal di Terminal Kalideres, Jakarta Barat demi menghindari kemacetan dan lonjakan harga tiket bus.

Herman (45), seorang pedagang yang hendak pulang kampung ke Purworejo, Jawa Tengah memilih pulang lebih awal demi menghemat ongkos.

"Saya kan dagang, bukan ngantor. Bisa libur kapan aja, jadi pulang dulu aja. Lanjut dagangnya di kampung, mumpung tiketnya masih murah," kata Herman saat ditemui di area loket tiket terminal, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga: Antusiasme Warga Mudik Lebih Awal demi Hindari Kepadatan Jelang Lebaran

Menurutnya, harga tiket bus AKAP ke Purworejo saat ini masih berada di angka normal, yakni Rp 250.000.

"Saya naik Sinar Jaya masih Rp 250.000, biasanya kalau mepet Lebaran bisa Rp 400.000 lebih, hampir dua kali lipat," ungkap Herman.

Dengan menghemat biaya tiket, Herman mengaku bisa mengalokasikan dananya untuk kebutuhan lain di kampung halaman.

Mudik lebih awal juga dinilainya jauh lebih nyaman karena terhindar kemacetan.

"Mending uangnya saya simpan buat tambahan jajan di kampung nanti. Terus pulang sekarang di tol masih lancar, badannya juga enggak terlalu capek, kan lanjut (dagang) di kampung," ucap dia.

Serupa, Supriadi (38) warga asal Cengkareng juga memilih untuk mudik lebih awal dari Terminal Kalideres.

Baca juga: Tiket Kereta Lebaran di Stasiun Gambir dan Senen Tersisa 476.191 Kursi

Namun, ia hanya datang ke terminal untuk mengantar istri dan anaknya yang berangkat lebih dulu ke Madiun, Jawa Timur.

Tunjangan Hari Raya (THR) sudah cair menjadi momentum baginya untuk segera mengamankan tiket mudik bagi keluarganya.

"Kebetulan alhamdulillah THR sudah cair minggu. Daripada uangnya habis duluan mending langsung mudik duluan aja," kata Supriadi.

Selain faktor harga tiket yang masih murah, Supriadi mengaku memang terbiasa mengantar istrinya mudik lebih dahulu untuk menemani sang ibu di kampung halaman.

"Iya, di kampung mertua saya kebetulan tinggal sendirian, sudah sepuh. Kasihan makanya tiap tahun emang dua minggu di sini (Jakarta), dua minggu di sana (kampung)," ucapnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Meski anak dan istrinya sudah berangkat hari ini, Supriadi sendiri baru akan menyusul pulang menjelang hari raya karena masih harus bekerja.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laju Perubahan Iklim Makin Cepat, Berlipat Ganda dalam Satu Dekade Terakhir
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Modus Jual Beli Titik SPPG Rp200 Juta, Waka BGN: Laporkan
• 4 jam lalueranasional.com
thumb
Menkeu Kaji Kelanjutan Insentif Kendaraan Listrik Terhadap Defisit APBN
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Banyak Konten Berbahaya, Menteri PPPA Dukung Pembatasan Medsos Bagi Anak
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Boni Hargens Dukung Penuh Pernyataan Dasco Soal Persatuan Nasional
• 23 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.