KEDIRI (Realita) - Pemerintah Kota Kediri bersama Bank Indonesia (BI) Kediri menggelar Bazar Pangan Murah Ramadan dalam kegiatan Serambi 2026 di GOR Joyoboyo, Kota Kediri, pada 7-8 Maret 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menyediakan bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan publik bagi masyarakat.
Baca juga: Pengawasan Kos Diperketat Selama Ramadan, DPRD Kediri Soroti Potensi Pelanggaran Moral dan Narkoba
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengatakan bazar pangan murah memiliki peran penting dalam menjaga daya beli masyarakat selama bulan Ramadan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau.
“Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, dan stakeholder lainnya menjadi salah satu kunci untuk memastikan kebutuhan bahan pokok masyarakat terpenuhi dan dijual dengan harga yang terjangkau,” ujar Mbak Wali.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyiapkan sekitar 1.500 paket sembako yang berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan minyak goreng 1 liter. Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan tanpa harus khawatir terhadap kenaikan harga.
Mbak Wali juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Selain itu, ia mengingatkan agar paket sembako yang dibeli tidak dijual kembali.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri, Yayat Cadarajat, menjelaskan bahwa bazar pangan murah merupakan bagian dari sinergi pengendalian inflasi daerah antara Bank Indonesia, Pemerintah Kota Kediri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta sejumlah instansi terkait.
Baca juga: Menjelang Lebaran, Jasa Penukaran Uang di Kota Kediri Tak Seramai Tahun Lalu
Menurutnya, memasuki bulan Ramadan, sejumlah komoditas pangan mulai mengalami tekanan harga. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, inflasi pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,87 persen secara bulanan. Inflasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa komoditas utama seperti telur ayam ras, cabai, bawang merah, dan daging ayam.
“Tekanan harga ini dipengaruhi oleh peningkatan permintaan saat Ramadan, sementara di sisi lain beberapa komoditas hortikultura mengalami kendala produksi karena faktor musim,” jelas Yayat.
Ia menambahkan bahwa upaya pengendalian inflasi tetap berpedoman pada strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Selain menyediakan berbagai komoditas pangan murah, bazar ini juga menghadirkan sejumlah layanan publik. Di antaranya layanan penukaran uang baru yang disediakan Bank Indonesia dengan total 2.000 paket penukaran, masing-masing senilai Rp5,3 juta dengan berbagai pecahan.
Baca juga: OPM Digelar di 13 Titik Kota Kediri, Pemkot Tekan Lonjakan Harga Pangan Ramadan
Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pembayaran zakat dan infak, pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak kendaraan bermotor melalui Samsat, layanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Berbagai tenant yang terlibat dalam bazar ini menawarkan aneka sayur-mayur, bahan pokok, buah-buahan, jajanan khas Lebaran, serta produk UMKM lokal. Masyarakat juga dapat menukarkan voucher belanja dengan pembayaran digital melalui QRIS.
Usai pembukaan acara, Wali Kota Kediri bersama jajaran Bank Indonesia Kediri berkeliling meninjau sejumlah tenant, termasuk layanan penukaran uang baru yang menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memanfaatkan berbagai layanan publik yang tersedia menjelang Ramadan dan Idulfitri.nia
Editor : Redaksi





