Bisnis.com, JAKARTA — Perusahaan pembiayaan atau multifinance menilai momentum Lebaran berpotensi mendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan bekas pada tahun ini.
PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) melihat adanya peningkatan minat masyarakat terhadap mobil bekas menjelang Lebaran 2026. Hal ini seiring dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas pada saat periode mudik.
Direktur Utama Clipan Finance Indonesia Harjanto Tjitohardjojo mengatakan hal tersebut menciptakan peluang yang positif bagi penyaluran pembiayaan kendaraan bekas.
“Mengingat segmen ini menawarkan alternatif kendaraan dengan harga yang lebih terjangkau dan tetap relevan bagi berbagai kalangan masyarakat,” ucapnya kepada Bisnis, Jumat (6/3/2026).
Dia meneruskan, menjelang Lebaran tahun ini Perseroan mengantisipasi adanya peningkatan permintaan kendaraan bekas seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas dan konsumsi masyarakat.
“Perseroan telah menetapkan target pembiayaan sebesar Rp150-200 miliar pada periode ini sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis secara keseluruhan,” ucap Harjanto.
Baca Juga
- Bisnis Paylater Multifinance Tumbuh 71,13%, Pinjaman Warga RI Capai Rp12,18 Triliun
- Kredit Multifinance Sentuh Rp506,82 triliun, Tumbuh 0,78% per Januari 2026
- Kinerja Multifinance Bisa Terdongkrak dengan Pembiayaan Syariah, Ini Strateginya
Adapun, dalam mendongkrak pembiayaan kendaraan bekas menjelang Lebaran, Clipan Finance akan terus memperkuat kerja sama dengan dealer dan showroom, serta menghadirkan program pembiayaan yang kompetitif.
Selain itu, imbuh Harjanto, perusahaan juga tetap akan mengantisipasi dinamika daya beli masyarakat dan persaingan industri pembiayaan.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan tren pembiayaan kendaraan bekas di Clipan Finance bertumbuh positif dan konsisten, dengan kontribusi hampir mencapai setengah dari total portofolio perusahaan.
“Sebab itu, perseroan melihat prospek pembiayaan kendaraan bekas pada 2026 masih cukup positif, didukung oleh kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan bekas dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan kendaraan baru,” jelasnya.
Akan tetapi, dia tidak memungkiri terdapat sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi seperti dinamika daya beli masyarakat, persaingan yang semakin ketat di industri multifinance, dan potensi peningkatan risiko kredit.
“Untuk itu, perseroan akan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan serta menjaga kualitas portofolio guna mendukung kinerja yang berkelanjutan,” tutur Harjanto.
Senada, PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC) menilai momentum Lebaran biasanya diikuti oleh peningkatan aktivitas dan kebutuhan mobilitas masyarakat.
“Hal ini dapat menjadi salah satu pendorong pembiayaan kendaraan bekas,” kata EVP Corporate Communication ACC Riadi Prasodjo kepada Bisnis, Kamis (5/6/2026).
Oleh karena itu, lanjutnya, ACC menargetkan pembiayaan kendaraan bekas pada 2026 tumbuh positif dibanding tahun lalu. Untuk mencapai ini, perusahaan fokus menguatkan kerja sama dengan mitra dealer mobil bekas, mengoptimalkan program pemasaran, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Riadi menambahkan, perusahaan juga akan tetap memastikan pertumbuhan tersebut tetap sejalan dengan penerapan manajemen risiko dan praktik tata kelola yang baik.
“Kami melihat potensi pembiayaan kendaraan bekas untuk tumbuh positif pada 2026. Namun, perusahaan tetap mencermati sejumlah tantangan seperti persaingan pasar, dinamika kondisi ekonomi, serta pelemahan daya beli masyarakat,” pungkasnya.





