Jakarta: Keberlanjutan pendidikan anak-anak yang menjadi korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dipastikan terjamin. Melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), anggota Komisi IV DPR, Rajiv, berkomitmen mengawal pendidikan para siswa terdampak, khususnya bagi mereka yang kehilangan orang tua, hingga tuntas.
"Di sini yang terdampak korban, anak-anak sekolah SD, SMP dan SMA ini dapat PIP dari saya, masukin semuanya ke PIP sampai sekolahnya tuntas. Jadi benar-benar yang terdampak bencana, apalagi kalau anak ini yatim piatu. Saya minta didata sehingga bisa mendapatkan program itu," ujar Rajiv saat meninjau lokasi bencana di Cisarua, Bandung Barat, dikutip melalui keterangan tertulis, Sabtu, 7 Maret 2026.
Baca Juga :
Sirine Peringatan Dini Bantu Warga Kota Bekasi Bersiap Hadapi BanjirLegislator dari Dapil Jawa Barat II ini secara khusus meminta perangkat desa setempat untuk segera merampungkan pendataan anak-anak korban bencana. Baginya, jaminan pendidikan adalah solusi utama yang harus diberikan agar beban mental dan ekonomi keluarga korban dapat sedikit berkurang di tengah masa sulit ini.
"Khusus anak-anak apalagi anak yatim piatu, bila perlu sampai dapat KIP. Sekolah dari SD, SMP, SMA sampai KIP. Minimal satu masalah sekolahnya selesai, tinggal kita pikirkan lagi masalahnya bersama-sama pemerintah daerah dan kementerian lain," ujar Rajiv.
Selain sektor pendidikan, Rajiv juga menaruh perhatian serius pada nasib para petani hortikultura yang kehilangan lahan akibat longsor. Ia menegaskan siap mendorong bantuan sarana produksi pertanian begitu Pemerintah Daerah menetapkan lokasi relokasi lahan yang lebih aman. Rajiv menyoroti bahwa alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan menjadi pemicu utama tingginya risiko bencana di Bandung Barat.
Anggota Komisi IV DPR Rajiv. Foto: Dok. Istimewa.
"Bandung Barat potensi bencana banyak sekali karena alih fungsi lahan. Ini dulu awalnya kan hutan pinus, ditebang dikasih hortikultura, akhirnya tidak ada akarnya, tidak ada penyerap airnya. Itu masalahnya ada di sana sebenarnya," ungkap Rajiv.
Rajiv juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang kehilangan sanak saudara. Ia berjanji akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pemulihan ekonomi dan masa depan anak-anak yatim di Bandung Barat tetap terjamin.




