Gagal Total di Seri Pembuka, Francesco Bagnaia Buka-bukaan soal Kondisi Ducati di MotoGP 2026

tvonenews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Pembalap Francesco Bagnaia mengakui bahwa dominasi Ducati Lenovo Team di ajang MotoGP tidak lagi sekuat sebelumnya. 

Hal itu disampaikan setelah Ducati gagal menempatkan pembalapnya di podium pada seri pembuka musim di Thailand Grand Prix 2026 yang berlangsung di Buriram akhir pekan lalu.

Pembalap Aprilia dominasi lima besar di MotoGP Thailand 2026
Sumber :
  • Facebook/MotoGP

Padahal, sebelum musim dimulai Ducati sempat tampil meyakinkan dalam rangkaian tes pramusim. 

Tim pabrikan asal Italia tersebut bahkan dinilai sebagai yang paling kompetitif, dengan hanya Aprilia Racing yang mampu menyaingi kecepatan mereka.

Namun performa Ducati sepanjang akhir pekan balapan di Thailand tidak berjalan sesuai harapan. Pada sprint race yang digelar Sabtu (28/2/2026), hanya rekan setim Bagnaia, Marc Marquez, yang sempat terlibat dalam perebutan kemenangan. 

Peluang itu pun gagal dipertahankan saat balapan utama sehari kemudian.

Balapan utama akhirnya dimenangi pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi. Sementara Bagnaia harus puas finis di posisi kesembilan, baik pada sprint race maupun balapan utama.

Meski hasil tersebut jauh dari target, Bagnaia mengaku tidak terlalu khawatir dan menganggap hasil di Buriram sebagai awal untuk memperbaiki performa pada seri-seri berikutnya.

“Setelah mengakhiri musim seperti tahun lalu, penting memulai dari awal dan menemukan kembali sensasi saya. Saya tak terlalu khawatir dengan hasil ini. Ini memang bukan posisi yang saya mau, tapi ini adalah titik awal,” ujar Bagnaia.

Bagnaia menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya merasa cukup nyaman saat menjalani tes pramusim. Namun kondisi berbeda justru terjadi saat akhir pekan balapan berlangsung.

“Dalam tes, saya merasa sangat baik, mengendarai motor dengan baik, dan mengontrol ban dengan baik. Namun, entah mengapa, selama akhir pekan kami sangat kesulitan. Kami harus meningkatkan performa, karena saat ini kami bukan lagi yang tercepat,” katanya.

Kemenangan Bezzecchi di Buriram, serta finisnya Pedro Acosta dan Raul Fernandez di posisi kedua dan ketiga, sekaligus mengakhiri catatan panjang Ducati yang selalu menempatkan pembalapnya di podium sejak British Grand Prix 2021.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diduga Cagar Budaya, Rumah Tua Berarsitektur Belanda di Menteng Berubah Wujud
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Sekjen PBB Ingatkan Situasi Timur Tengah Semakin Buruk, Serukan Negosiasi di Tengah Eskalasi
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
All England: Raymond/Joaquin Lolos Semifinal Usai Kalahkan Unggulan 3 Asal China
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
UKT Golongan 1, 2, dan 3 untuk Siapa? Simak Kriteria dan Penjelasannya
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Purbaya Targetkan Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tahun Ini
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.