JAKARTA, KOMPAS.com - Perburuan tiket kereta api menjelang Lebaran atau “war tiket” menjadi cerita tersendiri bagi sejumlah calon pemudik di Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat.
Banyak penumpang mengaku harus bersaing dengan ribuan calon pemudik lainnya saat penjualan tiket dibuka agar bisa mendapatkan kursi perjalanan ke kampung halaman.
Salah satu penumpang, Fajar Maulana (28), warga Jakarta, mengatakan dirinya harus mencoba berkali-kali saat mengikuti war tiket untuk perjalanan menuju Semarang.
“Pas pertama buka penjualan saya langsung coba beli, tapi langsung habis. Akhirnya saya coba lagi beberapa kali baru dapat,” ujar Fajar saat ditemui Kompas.com di ruang tunggu stasiun, Sabtu (7/3/2026).
Baca juga: H-2 Minggu Lebaran, Lebih dari 617.000 Tiket Kereta dari Jakarta Terjual
Ia mengaku sudah menyiapkan alarm agar tidak terlambat saat penjualan tiket dibuka secara daring.
“Saya pasang alarm tengah malam supaya tidak ketinggalan. Kalau telat sedikit saja biasanya sudah habis,” kata dia.
Fajar menyebut tiket kereta yang berhasil dibelinya untuk perjalanan tersebut seharga sekitar Rp420.000.
Ia berencana merayakan Lebaran bersama keluarganya di Semarang.
Cerita serupa juga dialami oleh penumpang lain, Fatma (31), warga Tangerang, yang hendak pulang ke kampung halamannya di Yogyakarta.
Menurut Fatma, dirinya sempat gagal mendapatkan tiket pada percobaan pertama karena tingginya minat pemudik yang memesan tiket secara bersamaan.
“Awalnya tidak dapat karena langsung penuh. Akhirnya saya coba lagi beberapa hari kemudian dan baru berhasil,” ujar Fatma.
Ia mengatakan tiket yang dibelinya untuk perjalanan tersebut seharga sekitar Rp380.000.
Menurutnya, kereta api masih menjadi pilihan utama untuk mudik karena dinilai lebih nyaman.
Sementara itu, penumpang lainnya, Rizky Pratama (35), warga Jakarta Timur, mengatakan dirinya sudah menunggu waktu pembukaan penjualan tiket sejak jauh hari.