Banyak Libur Nasional Berdekatan, Pengusaha Ritel Keluhkan Keterlambatan Pasokan Barang Impor

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Padatnya momentum perayaan nasional pada Februari-Maret membuat pelaku usaha harus belanja barang dalam jumlah besar secara bersamaan.

Banyak Libur Nasional Berdekatan, Pengusaha Ritel Keluhkan Keterlambatan Pasokan Barang Impor. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Pelaku usaha ritel mengeluhkan keterlambatan pasokan barang impor menjelang periode belanja Lebaran 2026, sebab kondisi ini berpotensi mengganggu kelancaran perdagangan di pusat-pusat perbelanjaan.

Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Budihardjo Iduansjah, menjelaskan sejauh ini stok barang dari produsen dalam negeri relatif aman. Namun, sejumlah produk impor mengalami keterlambatan pengiriman.

Baca Juga:
Mendag: 80 Persen Ritel Modern Sudah Diisi Produk UMKM

“Kita berusaha memenuhi stok. Stok yang ada dari lokal cukup terjaga, namun untuk impor kami menghadapi masalah,” katanya saat dijumpai di Senayan City Mall, Jumat (6/3/2026).

Budihardjo juga menyoroti padatnya momentum belanja pada awal tahun karena banyak perayaan berdekatan. Mulai dari perayaan Imlek, Cap Go Meh, Ramadan hingga Lebaran yang berlangsung dalam waktu berdekatan. 

Baca Juga:
Ekspansi Ritel Modern Gerus PKL dan UMKM, Menkop Minta Paket Kebijakan Ekonomi 2015 Dikaji Ulang

Kondisi tersebut membuat kebutuhan stok barang menjadi lebih besar dalam waktu singkat.

“Kita perlu stok yang banyak pada bulan Januari. Jadi stok itu harus cukup sampai bulan Maret. Karena Lebarannya juga maju, ada Valentine, Imlek, Nataru,” kata Budiharjo.

Baca Juga:
Peluang Saham Consumer-Ritel saat Ramadan, Selektif Jadi Kunci

Untuk mengatasi persoalan itu, dia mengharapkan koordinasi yang lebih kuat antara pelaku usaha dan pemerintah, khususnya dengan instansi terkait seperti Bea Cukai serta kementerian teknis.

“Jadi, harapan kami bisa berkoordinasi dari Bea Cukai, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan semua kementerian. Barang-barang itu harus ada. Atau kita akan kehilangan momentum penjualan,” tandasnya.

(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tugboat Terbalik di Galangan PT ASL Batam, Satu ABK Masih Hilang dan Tiga Tewas
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Tidak Sabaran dan Kehilangan Kontrol, Rian/Rahmat Tersingkir dari All England 2026
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Kebahagiaan Yatim dan Duafa di Acara Buka Puasa PMI Jakpus yang Didukung MNC Peduli
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Joe Taslim Ajak Masyarakat Peduli Anak di Daerah Terpencil Usai Kunjungan ke Flores
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 7 Maret 2026: UBS-Galeri 24 Anjlok Bareng
• 10 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.