GCC, UE sepakat tempuh diplomasi terkait isu Iran

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) dan Uni Eropa sepakat untuk melakukan upaya diplomatik bersama guna mencapai solusi permanen yang mencegah Iran memperoleh dan mengembangkan teknologi yang dapat mengancam keamanan kawasan dan dunia.

Menurut siaran pers Kedubes Uni Emirat Arab (UEA) di Jakarta, Sabtu, hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama Pertemuan Tingkat Menteri antara GCC dan Uni Eropa terkait serangan Iran terhadap negara-negara anggota GCC yang dikeluarkan pada Kamis (5/3).

“Para menteri sepakat untuk melakukan upaya diplomatik bersama guna mencapai solusi permanen yang mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, menghentikan produksi dan penyebaran rudal balistik Iran, pesawat nirawak (drone), serta teknologi lain yang mengancam keamanan kawasan dan dunia,” menurut pernyataan itu.

Menurut pernyataan tersebut, GCC dan UE mengecam keras serangan Iran yang tidak dapat dibenarkan terhadap negara-negara GCC, yang dianggap sebagai ancaman nyata terhadap keamanan regional dan internasional, serta menuntut Iran untuk segera menghentikan serangan tersebut tanpa syarat.

Para menteri pun menegaskan hak negara-negara GCC, sesuai Pasal 51 Piagam PBB, untuk membela diri secara individu maupun kolektif dari serangan Iran, serta mengambil langkah yang diperlukan guna menjaga keamanan, melindungi wilayah dan warga, serta memulihkan perdamaian internasional.

Para menteri itu juga menuntut Iran untuk menghentikan aktivitas yang mengganggu stabilitas di kawasan dan di Eropa, serta pada akhirnya memungkinkan rakyat Iran menentukan masa depan mereka sendiri.

Mereka juga mencatat komitmen negara-negara GCC untuk tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan sebagai basis peluncuran serangan terhadap Iran dan menegaskan kembali komitmen kuat terhadap dialog dan diplomasi untuk menyelesaikan krisis.

Pernyataan itu kembali menegaskan pentingnya menjaga keamanan wilayah udara regional dan jalur pelayaran laut serta kebebasan navigasi, termasuk di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb, serta menjamin keamanan rantai pasokan dan stabilitas pasar energi global.

“Para menteri menekankan bahwa keamanan dan stabilitas kawasan Teluk merupakan dua pilar penting bagi stabilitas ekonomi global, serta menegaskan hubungan erat antara keamanan kawasan Teluk dengan keamanan Eropa dan dunia,” mengutip pernyataan itu.

Dalam konteks tersebut, lanjut pernyataan itu, para menteri mengakui pentingnya operasi maritim defensif Uni Eropa “Aspides” dan operasi “Atalanta” dalam mengamankan jalur perairan vital dan mengurangi gangguan terhadap rantai pasokan.

Mereka juga menyerukan peningkatan koordinasi untuk mendukung operasi-operasi tersebut, serta menekankan perlunya menjaga keamanan wilayah udara regional dan jalur pelayaran laut, sekaligus menjamin keamanan energi dan keselamatan nuklir.

Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) terdiri dari enam negara, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Oman, Qatar, dan Kuwait.

Pada 28 Februari AS dan Israel menyerang Iran dan mengakibatkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta hampir seribu orang lainnya meninggal dunia. Iran pun membalas serangan itu dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Qatar, dan Kuwait adalah negara anggota GCC yang di wilayahnya terdapat pangkalan militer milik Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Bogor Bakal Gelar Salat Idul Fitri 1447 H di Stadion Pakansari
• 11 jam laludetik.com
thumb
Makna Wafat di Bulan Suci Ramadhan dalam Islam, Menjadi Pertanda Husnul Khatimah
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Pramono soal Pendatang Pasca-Lebaran: Jakarta Terbuka Bagi Siapa pun
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Emas Antam Melejit Rp35 Ribu Jadi Rp3,059 Juta/ Gram
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Foto: Berkebun di Atas Rumah, Urban Farming ala Warga Pasar Manggis
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.