Kisah Anak SMP Jualan Kerupuk di Medan: Mau Beli HP untuk Ujian Sekolah

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Langkah kakinya melangkah di tengah teriknya matahari. Gagang bambu itu ia pikul dengan sisi kanan dan kirinya digantungkan kerupuk-kerupuk.

Namanya Riski, remaja berusia 16 tahun yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas 3. Riski tetap semangat menjalani berjualan kerupuk demi membantu orang tuanya.

Di saat anak seusianya bermain game setelah pulang sekolah, Riski memilih berjualan demi mendapatkan uang saku dan membantu orang tuanya.

Ayahnya hanya bekerja sebagai seorang penarik becak motor dan ibunya menjaga kedua adiknya—di antaranya masih bayi dan satunya sekolah di bangku sekolah dasar.

Kerupuk itu milih orang lain yang ia jual kembali dengan upah Rp 1.500 per kantongnya. Satu kantong kerupuk dijual dengan harga Rp 5.000. Riski mengaku bisa mendapat uang Rp 85.000 apabila kerupuk itu terjual habis.

"Orang tua tidak ngizinin untuk bermain karena panas. Bisa kehausan. Sedangkan jualan bisa berteduh kalau panas," kata Riski saat berbincang dengan kumparan, Sabtu (7/3).

Ia berjalan dari rumahnya mulai dari Kecamatan Tembung, Kota Medan menuju Bandar Selamat. "Karena semangat ini puasa, dibantu Allah, tiap hari salat," ucap Riski.

"Buka [puasa] di jalan, berhenti untuk berbuka. Beli makanan untuk berbuka pakai duit sendiri. [Enggak bawa bekal] karena takut dimakan sendiri karena lagi puasa," imbuh Riski.

Ingin Beli HP untuk Ujian Sekolah

Kata Riski, uang jajan yang dikumpulkannya untuk membeli sebuah handphone (HP) demi mengikuti ujian di sekolahnya. Ia berusaha mengumpulkan uang itu agar tidak memberatkan orang tuanya.

"Karena mau beli HP, bentar lagi ujian. Ujian pakai HP. Orang tua engga ada HP, enggak mau beratkan orang tua," ujar Riski.

Riski mengatakan, uang yang sudah terkumpul dari hasil jualannya sebesar Rp 300.000. Ia menyebut, uangnya masih kurang untuk membeli handphone.

"Masih Rp 300 ribu terkumpulnya," kata Riski.

Walaupun Riski mendapatkan bantuan dari sekolah untuk pendidikannya. Namun, tidak mencukupi untuk membeli sebuah handphone. Karena keadaan, Riski pun terpaksa berjualan dari 1 bulan terakhir karena mau ujian sekolah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eddy Soeparno Sepakat Instruksi Prabowo Tingkatkan Cadangan Migas Nasional hingga 90 Hari untuk Perkuat Ketahanan Energi
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Terbongkar! Isi Chat Mesra Aditya Triantoro Founder Nussa Rara dengan Wanita Berinisial D
• 21 jam laluviva.co.id
thumb
Hubungi Putra Mahkota Arab Saudi, Erdogan Serukan Jalur Diplomasi Konflik Iran
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rachmat Gobel: Pemerintah Harus Terbuka soal Kondisi Stok BBM
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Kasus Istri Bunuh Suami di Tangerang, Berawal dari Cekcok soal Poligami
• 7 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.