Bisnis.com, MEDAN - Antrean mengular kembali terjadi di sejumlah SPBU di Medan pasca kabar terbatasnya stok bahan bakar minyak (BBM) seiring ditutupnya Selat Hormuz imbas perang Amerika Serikat-Israel-Iran.
Dari informasi yang dihimpun Bisnis, antrean panjang mulai terjadi sejak Kamis (5/3/2026) dini hari. Masyarakat yang takut kehabisan bensin langsung menyerbu SPBU untuk mengamankan bahan bakar kendaraan mereka. Seperti yang tampak di SPBU Jalan Gajah Mada Medan, Jumat (6/3/2026) malam dan SPBU Singapore Station Jalan Adam Malik Medan.
Di sejumlah SPBU lain, seperti di dua SPBU di Jalan Gatot Subroto, antrean panjang kendaraan juga tak terhindari. Hal ini terjadi usai beredarnya kabar terkait stok BBM yang disebut hanya cukup untuk 21 hari ke depan.
Kepanikan masyarakat semakin menjadi usai beredar pesan berantai yang disebut berisi imbauan agar masyarakat mengisi penuh tangki BBM, bahkan membeli BBM menggunakan jeriken.
Menanggapi hal itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menekankan bahwa pesan yang telah tersiar luas melalui aplikasi percakapan dan media sosial tersebut tidak benar.
"Perlu diketahui informasi tersebut tidak benar. Saat ini penyaluran BBM kepada masyarakat berjalan normal," ujar Fahrougi Andriani Sumampouw, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).
Baca Juga
- Produksi Minyak Pertamina EP Limau Field Naik Jadi 5.102 Barel per Hari
- Selat Hormuz Ditutup, Pertamina Klaim Stok BBM di Bali Aman Jelang Lebaran
- Konflik AS-Iran, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman di Jatimbalinus selama Ramadan-Idulfitri
Fahrougi pun mengatakan stok BBM di wilayah Aceh dan wilayah Sibolga sekitarnya dalam kondisi aman dan mencukupi serta terus didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dia juga memastikan pasokan BBM di Medan tetap terjamin menjelang Hari Raya Idulfitri, bahkan hingga setelah Lebaran.
“Untuk suplai sampai hari Lebaran dan sesudah Lebaran, kami pastikan tidak ada kendala. Tidak ada masalah terkait suplai kapal dan sebagainya. Mobil tangki juga akan ada penambahan, begitu juga dengan sopirnya,” katanya.
Fahrougi pun mengimbau masyarakat tak khawatir, bahkan tak melakukan panic buying lantaran ketersediaan BBM di Medan terjamin.
Warga Medan panik dan menyerbu SPBU usai beredar kabar stok BBM hanya cukup untuk sekitar 20 hari ke depan. JIBI/Delfi Rismayeti





