Bisnis.com, JAKARTA — Harga biodiesel untuk Maret 2026 terpantau mengalami kenaikan berdasarkan harga indeks pasar (HIP) untuk bahan bakar nabati (BBN) yang diumumkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sementara itu, harga bioetanol tercatat turun.
Baca Juga
- Pengusaha Wait & See Ekspor Biodiesel Usai RI Menang Lawan Eropa di WTO
- Jelang Implementasi B50, Aprobi: Jumlah Badan Usaha Biodiesel Bertambah
- Bahlil Pastikan Impor Bioetanol AS Disesuaikan Kapasitas Produksi Domestik
HIP biodiesel Maret 2026 ditetapkan sebesar Rp13.980 per liter ditambah ongkos angkut. Angka ini naik dibanding HIP biodiesel Februari yang ditetapkan sebesar Rp13.856 per liter ditambah ongkos angkut.
Sementara itu, besaran konversi crude palm oil (CPO) menjadi biodiesel adalah sebesar US$85 per metrik ton pada Maret 2026 ini. Angka tersebut masih tak berubah dari Desember 2025 lalu.
Adapun besaran HIP BBN jenis biodiesel ini dihitung berdasarkan ketentuan Diktum KESATU Keputusan Menteri ESDM Nomor 3.K/EK.05/DJE/2024 tentang Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati Jenis Biodiesel yang Dicampurkan ke Dalam Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Solar dan besaran Ongkos Angkut berdasarkan ketentuan Lampiran I Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025.
Lebih lanjut, harga HIP BBN biodiesel diperoleh dari formula, HIP = (harga CPO KPB rata-rata + US$85 per ton) x 870 kg per meter kubik (m³) + ongkos angkut.
Sementara itu, 870 kg per m³ adalah faktor satuan dari kilogram ke liter. Lalu, konversi nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp16.819 per US$.
Sedangkan, HIP bioetanol dipatok Rp7.949 per liter untuk Maret 2026. Harga tersebut turun dibandingkan dengan HIP bioetanol pada Februari 2026 yang berada di angka Rp8.019 per liter.
Perhitungan HIP BBN bioetanol tersebut menggunakan formula yang telah ditetapkan, yaitu HIP = (harga tetes tebu KPB rata-rata periode 3 bulan x 4,125 kg per liter) + US$0,25 per liter. Dengan harga tetes tebu KPB rata-rata (15 Oktober 2025–14 Februari 2026) adalah Rp907 per kg.
Kemudian, 4,125 kg per liter merupakan faktor satuan konversi dari kilogram ke liter. Sementara itu, US$0,25 per liter adalah nilai konversi bahan baku menjadi bioetanol. Adapun konversi nilai kurs menggunakan rata-rata kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp16.836 per US$.





