Yogyakarta: Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan masjid-masjid yang berada di dekat jalan protokol atau jalan utama jalur mudik bisa menjadi tempat singgah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais) Kanwil Kemenag DIY, Nurhuda mengatakan ratusan masjid di wilayahnya ramah orang dengan perjalanan jauh atau musafir. Masjid-masjid tersebut telah siap secara infrastruktur maupun fasilitasnya.
"Ada sebanyak 191 masjid di jalur-jalur strategis yang ramah bagi musafir yang hendak singgah," kata Nurhuda, Sabtu, 7 Maret 2026.
Baca Juga :
492 Masjid di Sulsel Disiapkan Jadi Tempat Istirahat Pemudik LebaranData Kantor Wilayah Kemenag DIY mencatat terdapat 99 masjid di titik-titik strategis di Kabupaten Bantul. Selain itu, terdapat 40 masjid di Kabupaten Sleman, 25 masjid di Kabupaten Kulon Progo, 18 masjid di Kabupaten Gunungkidul, serta sembilan masjid di Kota Yogyakarta.
Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta memperkirakan sekitar 8 juta orang akan bermobilitas selama libur Lebaran 2026. Jumlah tersebut merupakan perkiraan global dari berbagai moda transportasi, baik umum maupun pribadi.
Masjid Sabilurrosyaad di Dusun Kauman, Desa Wijirejo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. Metrotvnews.com/ Ahmad Mustaqim
Sementara itu, Dinas Perhubungan DIY memperkirakan titik jalur terpadat berada di perbatasan Magelang dengan Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Jalur timur diperkirakan menjadi titik terpadat kedua.
Nurhuda mengungkapkan masjid-masjid tersebut berada di titik-titik strategis yang berdekatan dengan jalan raya sehingga dapat dimanfaatkan para pelaku perjalanan jauh untuk singgah. Selain untuk beribadah, masjid-masjid itu juga bisa digunakan sebagai tempat beristirahat sejenak.
"Kami ingin memastikan bahwa masjid bukan hanya tempat salat, tapi benar-benar menjadi tempat rehat nyaman bagi musafir yang kelelahan di perjalanan," ungkapnya.




