Jakarta (ANTARA) - International Boxing Federation (IBF) mencabut pengakuan untuk pertarungan juara dunia kelas penjelajah (90,7 kg) IBF antara Jai Opetaia melawan Brandon Glanton yang dijadwalkan berlangsung pada 8 Maret di UFC Apex, Las Vegas, Amerika Serikat.
Dengan demikian, pertarungan Opetaia melawan Glanton yang dipromosikan oleh Zuffa Boxing itu akan berlangsung tanpa pengakuan resmi dari IBF. Jika Opetaia tetap menjalani laga tersebut, maka gelar juara dunia kelas penjelajah IBF miliknya akan dinyatakan kosong.
"Jika seorang juara berpartisipasi dalam kontes yang tidak disetujui dalam batas berat yang ditentukan, gelar tersebut akan dinyatakan kosong terlepas dari apakah juara tersebut menang atau kalah dalam pertarungan," demikian pernyataan resmi IBF yang dikutip di Jakarta, Sabtu.
Dalam konferensi pers di Las Vegas, Opetaia sebelumnya mengatakan bahwa sabuk miliknya dan gelar cruiserweight perdana milik Zuffa Boxing akan dipertaruhkan dalam laga yang ia sebut sebagai pertarungan penyatuan gelar.
Namun, Zuffa Boxing bukan merupakan badan sanksi yang diakui oleh IBF dan tidak berada dalam sistem aturan yang sama dengan organisasi tersebut.
IBF menjelaskan bahwa pertandingan tanpa sanksi merupakan pertarungan yang tidak disetujui secara resmi oleh organisasi tersebut.
Dengan demikian, jika Opetaia tetap melanjutkan pertarungan melawan Glanton, maka dia akan kehilangan gelar IBF untuk kedua kalinya.
Baca juga: WBC umumkan juara dunia Takuma Inoue hadapi Kazuto Ioka pada 2 Mei
Sebelumnya, gelar tersebut juga sempat dicopot pada 2023 setelah dia tidak memenuhi kewajiban menghadapi penantang wajibnya, Mairis Briedis, dan memilih bertarung melawan Ellis Zorro.
Opetaia menandatangani kontrak dengan Zuffa Boxing pada Januari 2026 dengan tujuan mengejar status juara tak terbantahkan sekaligus memperebutkan gelar perdana organisasi promotor tersebut.
Dalam keterangannya kepada ESPN, Opetaia menyatakan bahwa tujuannya adalah menjadi juara dunia tak terbantahkan sebelum akhirnya fokus pada kehidupan pribadinya.
"Ini tentang menjadi juara tak terbantahkan. Jika kami tidak berada di sini untuk menjadi juara tak terbantahkan dalam olahraga ini, lalu apa yang kami lakukan?" katanya.
Opetaia merupakan petinju tak terkalahkan dengan rekor 29 kemenangan (23 KO). Petinju kidal berusia 30 tahun asal Australia itu merebut sabuk juara dunia kelas penjelajah IBF pada 2022 dan sejak saat itu menjadi salah satu nama terkemuka di divisi tersebut.
Baca juga: Penguasa kelas super bantam Inoue siap bendung kekuatan Nakatani
Baca juga: Juara WBA Brandon Fugueroa mulai rangkaian pertarungan penyatuan gelar
Dengan demikian, pertarungan Opetaia melawan Glanton yang dipromosikan oleh Zuffa Boxing itu akan berlangsung tanpa pengakuan resmi dari IBF. Jika Opetaia tetap menjalani laga tersebut, maka gelar juara dunia kelas penjelajah IBF miliknya akan dinyatakan kosong.
"Jika seorang juara berpartisipasi dalam kontes yang tidak disetujui dalam batas berat yang ditentukan, gelar tersebut akan dinyatakan kosong terlepas dari apakah juara tersebut menang atau kalah dalam pertarungan," demikian pernyataan resmi IBF yang dikutip di Jakarta, Sabtu.
Dalam konferensi pers di Las Vegas, Opetaia sebelumnya mengatakan bahwa sabuk miliknya dan gelar cruiserweight perdana milik Zuffa Boxing akan dipertaruhkan dalam laga yang ia sebut sebagai pertarungan penyatuan gelar.
Namun, Zuffa Boxing bukan merupakan badan sanksi yang diakui oleh IBF dan tidak berada dalam sistem aturan yang sama dengan organisasi tersebut.
IBF menjelaskan bahwa pertandingan tanpa sanksi merupakan pertarungan yang tidak disetujui secara resmi oleh organisasi tersebut.
Dengan demikian, jika Opetaia tetap melanjutkan pertarungan melawan Glanton, maka dia akan kehilangan gelar IBF untuk kedua kalinya.
Baca juga: WBC umumkan juara dunia Takuma Inoue hadapi Kazuto Ioka pada 2 Mei
Sebelumnya, gelar tersebut juga sempat dicopot pada 2023 setelah dia tidak memenuhi kewajiban menghadapi penantang wajibnya, Mairis Briedis, dan memilih bertarung melawan Ellis Zorro.
Opetaia menandatangani kontrak dengan Zuffa Boxing pada Januari 2026 dengan tujuan mengejar status juara tak terbantahkan sekaligus memperebutkan gelar perdana organisasi promotor tersebut.
Dalam keterangannya kepada ESPN, Opetaia menyatakan bahwa tujuannya adalah menjadi juara dunia tak terbantahkan sebelum akhirnya fokus pada kehidupan pribadinya.
"Ini tentang menjadi juara tak terbantahkan. Jika kami tidak berada di sini untuk menjadi juara tak terbantahkan dalam olahraga ini, lalu apa yang kami lakukan?" katanya.
Opetaia merupakan petinju tak terkalahkan dengan rekor 29 kemenangan (23 KO). Petinju kidal berusia 30 tahun asal Australia itu merebut sabuk juara dunia kelas penjelajah IBF pada 2022 dan sejak saat itu menjadi salah satu nama terkemuka di divisi tersebut.
Baca juga: Penguasa kelas super bantam Inoue siap bendung kekuatan Nakatani
Baca juga: Juara WBA Brandon Fugueroa mulai rangkaian pertarungan penyatuan gelar





