Kampanye Cegah Pernikahan Dini Sasar Pelajar di Kabupaten Tapin

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ibnu Sina

TVRINews, Kab. Tapin

Pemerintah Kabupaten Tapin menggelar kampanye pencegahan perkawinan anak yang menyasar pelajar SMA sederajat di wilayah Kabupaten Tapin. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan stunting di daerah tersebut.

Kampanye dikemas melalui kegiatan buka puasa bersama yang melibatkan pelajar dan sejumlah pemangku kepentingan. Kegiatan ini bertujuan membangun komitmen serta mendorong partisipasi masyarakat dalam mencegah perkawinan pada usia anak.

Melalui kegiatan tersebut, para pelajar diharapkan lebih fokus menyelesaikan pendidikan hingga 13 tahun sebelum memutuskan menikah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Tapin, Hj. Marsidah, menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting di daerah.

“Dan hari ini merupakan salah satu program kerja di p tiga a dalam rangka mendukung pencegahan stunting di Kabupaten tapin yaitu pencegahan perkawinan anak. Di mana untuk kita ketahui bersama bahwa tingkat perkawinan anak di Kabupaten tapin masih cukup tinggi. Untuk menjadi pelopor di lingkungannya masing-masing membagikan informasi lagi bagaimana bahayanya yang disebabkan oleh perkawinan anak dan semoga dengan kegiatan ini kita bisa lebih memberikan pemahaman lagi terhadap masyarakat kita secara umum agar bisa menunda perkawinan bagi anak-anaknya," ungkap Hj. Marsidah, Jumat 6 Maret 2026.

Ketua PKK Kabupaten Tapin, Faridah, menilai pernikahan pada usia anak membawa banyak dampak bagi masa depan generasi muda, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.

“Pernikahan anak membawa berbagai dampak yang tidak ringan dari sisi pendidikan anak yang menikah dini cenderung putus sekolah dan kehilangan kesempatan untuk meraih cita-cita. Dari sisi kesehatan terutama anak perempuan risiko komplikasi kehamilan dan persalinan jauh lebih tinggi. Secara ekonomi keluarga yang dibangun tanpa persiapan seringkali menghadapi kesulitan finansial yang berkepanjangan,“ ungkapnya.

Generasi muda juga diharapkan menikah pada usia yang telah ditetapkan pemerintah, yakni minimal 25 tahun bagi laki-laki dan 21 tahun bagi perempuan.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asap Membumbung! Kebakaran Hanguskan Tiga Rumah di Pulogadung | KOMPAS PETANG
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Misteri Tewasnya Pensiunan JICT di Bekasi Kian Diselidiki, Bareskrim Turun Tangan Buru Pelaku
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Pesan Yusril ke Aparat Usai Delpedro Bebas: Bukti Belum Kuat, Pikir Ulang Sebelum Tangkap Orang
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Komandan Militer Israel: Kami Menghancurkan Rezim Iran
• 21 jam laludetik.com
thumb
Energi Shen Yun Sangat Kuat dan Menggugah Hati — Seorang Profesor : Pertunjukan yang Belum Pernah Dilihat Sebelumnya
• 10 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.