Kini Giliran Keluarga Ketua BEM UGM Kena Teror, Usai Tiyo dan Ibunya Kena Teror Pembunuhan

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Usai Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto dan ibunya kena teror. Kini giliran pihak keluarganya yang kena teror pembunuhan dan penculikan.

Teror ini muncul, usai Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto layangkan surat ke UNICEF.

Surat tersebut berkaitan peristiwa anak bunuh diri di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tidak mampu membeli pena dan buku.

Hal ini diungkapkan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto kepada wak media, Sabtu (7/3/2026).

"Usai sepekan, setelah sejak dua minggu yang lalu, sebenarnya memang ada beberapa teror lagi," ungkap Tiyo saat diwawancarai di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (7/3/2026).

Tiyo ceritakan, dirinya mengalami teror berupa berbagai ancaman, penguntitan, hingga pemotretan dari pihak tak dikenal selama 9–11 Februari 2026.

Kali ini, teror lebih masif dan menyasar ke orangtuanya, pengurus UGM, dan para orangtua pengurus UGM.

Tiyo bercerita, teror kali ini tidak mereka upayakan untuk disampaikan ke publik.

Karena, Tiyo dkk tengah mencoba untuk mengkanalisasi data-data teror yang mereka terima.

"Supaya kita punya laporan cukup terperinci terhadap teror yang kami alami," ucap Tiyo.

Namun begitu bagi Tiyo, teror sebesar apa pun tak akan berdampak buat mereka. Ia mengaku tidak gentar.

"Sampai sekarang dengan seluruh teror yang ada, kami masih keliling, masih bicara tanpa mengurangi volumenya sedikit pun," bebernya.

Justru Tiyo mengucapkan terima kasih kepada siapa pun yang telah menyebarkan teror.

Sebab mereka jadi menerima banyak dukungan-dukungan solidaritas dari universitas lainnya.

"Jadi justru berbahaya teror yang kami alami karena justru akan membangkitkan perlawanan kepada pemerintah," kata Tiyo.

Teror yang Tiyo dan orang sekitarnya terima adalah dalam bentuk digital. Mulai dari ancaman penculikan dan pembunuhan.

Meski tidak takut, tentu di satu sisi rasa waspada Tiyo tetap tinggi. Apalagi saat ini ia sedang berada di luar kota.

"Sehingga kami ya sekarang lebih protektif apabila bepergian terutama ketika di luar kota. Tetapi pada prinsipnya ya ini tidak membuat kami gentar," jelasnya.

Meski Tiyo dan rekan-rekannya terus mendata teror-teror yang mereka terima, tapi mereka enggan untuk melaporkannya ke polisi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Khofifah Dorong Percepatan Normalisasi Kendaraan ODOL demi Target Zero 2027 di Jawa Timur
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Mengapa Negara Tak Percaya pada Sistem Pesantren?
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Advokat Peradi Berbagi Takjil Untuk Pengguna Jalan di Jaktim
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Band dan Hadroh Lapas Cilegon Tampil di Depan Menteri Imipas di Tangerang
• 13 jam laludisway.id
thumb
BGN Ungkap Ada Pihak yang Manfaatkan Pengelolaan Dapur MBG Jadi Ladang Bisnis
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.