Jakarta, tvOnenews.com - Sepak bola Malaysia kembali diterpa kabar buruk setelah keputusan dari Court of Arbitration for Sport (CAS) mempertegas sanksi terhadap tujuh pemain yang terlibat dalam kasus naturalisasi ilegal.
Putusan ini mempertahankan hukuman yang sebelumnya dijatuhkan oleh FIFA dan berdampak besar terhadap masa depan tim nasional Malaysia.
Sekretaris Jenderal Asian Football Confederation (AFC), Windsor Paul John, mengonfirmasi bahwa tujuh pemain tersebut kemungkinan besar tidak akan bisa lagi memperkuat tim nasional Malaysia, bahkan setelah menjalani hukuman larangan bermain selama 12 bulan.
Tujuh pemain yang dimaksud adalah Hector Hevel, Imanol Machuca, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Joao Figueiredo, Jon Irazabal, serta Gabriel Palmero. Mereka dinyatakan terlibat dalam penggunaan dokumen naturalisasi yang tidak sah saat proses pendaftaran untuk tim nasional Harimau Malaya.
CAS memutuskan bahwa ketujuh pemain tersebut tetap menjalani skorsing selama 12 bulan untuk pertandingan resmi. Namun, larangan tersebut tidak berlaku untuk aktivitas klub sehingga para pemain masih diperbolehkan berlatih atau tampil bersama klub masing-masing selama masa hukuman berlangsung.
Meski demikian, persoalan yang lebih besar muncul setelah masa skorsing selesai. AFC menegaskan bahwa para pemain tersebut tetap tidak memenuhi syarat untuk membela tim nasional Malaysia.
“Hingga saat ini, setelah 12 bulan, kemungkinan besar ketujuh pemain ini tidak akan dapat bermain untuk tim nasional Harimau Malaya menyusul keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga,” ujar Windsor Paul John.
Kabar tersebut tentu menjadi pukulan telak bagi Football Association of Malaysia (FAM). Pasalnya, para pemain naturalisasi tersebut sebelumnya dianggap sebagai bagian penting dalam upaya memperkuat skuad Harimau Malaya di level internasional.
Sementara itu, pengacara olahraga Malaysia, Nik Erman Nik Roseli, menjelaskan bahwa peluang para pemain tersebut untuk membela Malaysia sebenarnya masih ada, namun melalui proses yang panjang dan rumit.
Menurutnya, masalah utama adalah ketujuh pemain tersebut tidak memiliki garis keturunan Malaysia.
“Para pemain ini tidak memenuhi syarat untuk mewakili Malaysia bahkan setelah menyelesaikan larangan 12 bulan mereka. Mereka masih tidak memiliki darah Malaysia,” jelas Nik Erman.



