Di Leher Trump Muncul Bercak-Bercak Merah, Sakit Apa? Dokter Kepresidenan Gedung Putih Buka Suara

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Ada yang aneh dari penampilan Presiden AS Donald Trump di tengah kegaduhan dunia antara perang Israel-AS menyerang Iran, yakni kondisi kesehatan kulitnya. 

Ruam merah yang tampak bercak-bercak terlihat di sisi kanan leher Trump, tepat di atas garis kerah, dalam foto-foto dari penampilannya pada upacara Medal of Honor menjadi sorotan. 

BACA JUGA:Trump Sebut Iran Telah Menyerah, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran: Teheran yang Tentukan Akhir Perang

Sebetulnya Trump sakit apa?

Dilansir dari Reuters, Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menggunakan perawatan pencegahan kesehatan kulit yang memicu ruam merah di lehernya, menurut dokternya. 

Namun, pada hari Rabu Gedung Putih menolak untuk membagikan rincian lebih lanjut tentang kondisi tersebut.

Dalam sebuah pernyataan setelah acara tersebut, Dr. Sean Barbabella, dokter Gedung Putih, mengatakan bahwa Trump menggunakan krim yang umum digunakan sebagai “perawatan kulit pencegahan.”

BACA JUGA:Intelijen Ungkap Proyek Nuklir Rahasia Iran, Trump Ancam Kirim Pasukan Darat: Saatnya Bertindak!

“Presiden menggunakan perawatan ini selama satu minggu, dan kemerahan diperkirakan akan berlangsung selama beberapa minggu,” kata Barbabella.

Ketika ditanya pada hari Rabu tentang mengapa perawatan tersebut diperlukan, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada para wartawan bahwa ia tidak memiliki informasi tambahan selain yang sudah disampaikan dalam pernyataan dokter.

Sebelumnya Trump juga pernah mengalami memar di tangannya dan pembengkakan di kakinya.

BACA JUGA:Donald Trump Klaim Ayatollah Ali Khamenei Tewas, Serangan AS-Israel ke Iran Berlanjut

Pada bulan Januari, Trump mengatakan bahwa memar di tangannya disebabkan oleh seringnya ia menggunakan aspirin. 

Gedung Putih mengatakan hal yang berbeda yakni disebabkan presiden sering berjabat tangan hingga terbentur meja saat melakukan perjalanan ke luar negeri.

Pada bulan Juli tahun lalu, setelah pergelangan kaki presiden terlihat bengkak, dokter Gedung Putih mengatakan bahwa hasil USG pada kaki presiden “menunjukkan insufisiensi vena kronis, kondisi yang jinak dan umum, terutama pada individu berusia di atas 70 tahun.”

Saat dilantik untuk masa jabatan kedua tahun lalu, Trump menjadi presiden AS tertua yang pernah dilantik, dan ia sering membandingkan kesehatannya dengan mantan presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadan Jadi Momentum Media dan Pelaku Industri Energi Perkuat Komunikasi
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Alasan PSSI Masih Belum Tentukan Jadwal Pemusatan Latihan Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Comeback Manis Jayson Tatum: Celtics Hajar Mavericks di TD Garden
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tiga Kreator Indonesia Berhasil Masuk Daftar Global TikTok Discover List 2026
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor Wali Kota Jaksel Berakhir Ricuh, Pagar Jebol Dirusak Massa
• 17 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.