Konflik Iran dan Israel-AS, Bagaimana Dampaknya Terhadap Dinamika Keamanan Indonesia?

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Konflik yang memanas antara Iran dan aliansi Amerika Serikat-Israel di Timur Tengah membawa dampak ganda bagi Indonesia, mulai dari kerentanan pasokan energi nasional hingga potensi polarisasi ideologi di dalam negeri.

Hal tersebut dibahas dalam webinar bertajuk Dampak Konflik Iran dan Israel-AS Terhadap Dinamika Keamanan Indonesia yang digagas oleh IFORSTRA (Institute for Strategic Transformation) yang merupakan lembaga yang bergerak di isu-isu strategis terutama di bidang keamanan, pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Baca Juga :
Trump Klaim Iran Sudah Minta Maaf, Janji Tidak Serang Negara-negara Timur Tengah Lagi
Rusia Disebut Bantu Iran Targetkan Pasukan AS di Timur Tengah

Diskusi strategis ini dipandu oleh Raja Adelia Oktafia (Mahasiswa Universitas Pertamina) dan menghadirkan tiga pakar, yaitu Tia Mariatul Kibtiah (Dosen Hubungan Internasional Binus University), M. Syaroni Rofii (Dosen Ketahanan Nasional SPPB UI dan Pengamat Timur Tengah), serta M. Syauqillah (Direktur Institute for Strategic Transformation/Pengamat Terorisme).

Diskusi dibuka oleh Tia Mariatul Kibtiah yang menyoroti ancaman krisis ekonomi akibat eskalasi di Selat Hormuz. Ia memaparkan tingginya ketergantungan impor minyak Indonesia di tengah cadangan nasional yang hanya tersisa untuk 20 hari dan minimnya kapasitas mitigasi domestik.

Di ranah diplomasi, langkah Indonesia menghadapi hambatan usai Iran menolak tawaran mediasi sekaligus mengkritik keputusan Indonesia bergabung dengan blok board of peace (BoP).

Rentetan eskalasi ini turut memicu kerawanan sosial di dalam negeri, ditandai dengan penetapan status siaga tiga oleh TNI guna mengantisipasi kemungkinan demonstrasi massal.

Melanjutkan bahasan tersebut, M. Syaroni Rofii menganalisis konflik ini sebagai perang asimetris. Kekuatan militer dan nuklir Amerika Serikat-Israel berhadapan langsung dengan keunggulan teknologi drone Iran dalam sebuah konflik yang ditengarai bertujuan mendorong perubahan rezim.

Ketegangan makro ini dipastikan akan menekan pasokan BBM nasional dan berdampak langsung pada kelangsungan sektor usaha mikro. Di tengah minimnya peran PBB serta sikap China dan Rusia yang memilih memantau dari kejauhan, Indonesia disarankan mengambil jalur shuttle diplomacy untuk tampil sebagai aktor penengah strategis di kancah global.

Diskusi ditutup oleh pemaparan dari perspektif keamanan domestik. M. Syauqillah menyoroti pergeseran bahaya konflik ke ruang digital yang memicu polarisasi masyarakat.

Baca Juga :
Pramono Tegaskan Jakarta Terbuka Bagi Pendatang Usai Lebaran, Tak Ada Screening!
Imbas Serangan Balik Iran, AS Disebut Alami Kerugian Aset Rp42 Triliun!
100 Jam Serang Iran, Dompet AS Terkuras Habis Rp98 Triliun

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Buya Disindir karena Mengiba untuk Prabowo, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Dia Ngemis Suara Rakyat, Joget-Joget!
• 10 jam laludisway.id
thumb
BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Berawan pada Minggu
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Kapolri Ajak Masyarakat Dukung Upaya Presiden Prabowo Menjaga Perdamaian Dunia di Tengah Konflik Global
• 15 jam lalupantau.com
thumb
Forwatan & Industri Sawit Hadirkan Kebahagiaan Ramadan untuk Anak Yatim
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
Dokter Richard Lee Tak Hadir Pemeriksaan Namun Live TikTok, Polisi Akhirnya Lakukan Penahanan
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.