JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Festival Nyepi 2026 di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Minggu (8/3/2026).
Festival ini akan dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang melintasi kawasan Bundaran HI dan sekitarnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan dirinya bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno juga akan menghadiri kegiatan tersebut.
Baca juga: Sambut Hari Nyepi, Pemprov DKI Gelar Pawai Ogoh-ogoh di Bundaran HI Besok
"Besok memang akan ada pawai ogoh-ogoh, dan mungkin juga baru pertama kali nanti di Bundaran HI akan dipasang penjor," kata Pramono di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026).
Selain arak-arakan ogoh-ogoh, kawasan Bundaran HI juga akan dihiasi penjor. Menurut Pramono, pawai ogoh-ogoh dan pemasangan penjor di Bundaran HI merupakan yang pertama kali digelar.
Ia menilai keberagaman budaya dan keyakinan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di Ibu Kota. Karena itu, setiap perayaan keagamaan akan mendapat ruang di Jakarta yang dikenal sebagai kota multietnik.
"Itulah menunjukkan bahwa Jakarta keberagaman menjadi hal yang keseharian kita. Karena memang Jakarta ini multikultur, multietnik, dan semuanya harus mendapatkan ruang, tempat untuk bisa mengekspresikan apa yang mereka yakini," ujarnya.
Sebagai informasi, ogoh-ogoh adalah patung besar yang biasanya berbentuk raksasa. Patung ini dibuat oleh masyarakat Hindu dan diarak keliling pada malam sebelum Hari Raya Nyepi.
Baca juga: Bundaran HI Bakal Jadi Pusat Perayaan Nyepi 2026, Ada Pawai Ogoh-ogoh dan Penjor
Arak-arakan ogoh-ogoh melambangkan upaya membersihkan lingkungan dari hal-hal buruk sebelum memasuki Hari Raya Nyepi yang identik dengan suasana hening.
Sementara itu, penjor merupakan bambu panjang yang dihias janur, daun kelapa, serta berbagai ornamen tradisional. Penjor biasanya dipasang di depan rumah atau tempat ibadah umat Hindu sebagai simbol rasa syukur dan kemakmuran.
Rute pawai dan rekayasa lalinUntuk mendukung kegiatan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Bundaran HI hingga Monumen Nasional (Monas).
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pengaturan lalu lintas dilakukan agar kegiatan festival berjalan lancar.
Baca juga: Ogoh-ogoh Donald Trump Warnai Demo Buruh, Protes Dampak Ekonomi Global
"Benar. Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan Festival Nyepi 2026 di Bundaran HI sampai Monas," ujar Syafrin, Sabtu (7/3/2026).
Parade dalam rangka Festival Nyepi akan melintasi sejumlah ruas jalan utama di pusat kota dengan rute sebagai berikut:
- Jalan Silang Medan Merdeka Barat Daya (Pintu Monas sisi Barat Daya) – Start
- Jalan M.H. Thamrin sisi Timur (segmen Simpang Patung Kuda hingga Bundaran HI)
- Jalan M.H. Thamrin sisi Barat (segmen Bundaran HI hingga Simpang Patung Kuda)
- Jalan Silang Medan Merdeka Barat Daya (Pintu Monas sisi Barat Daya) – Finish
Dishub juga menyiapkan sejumlah jalur alternatif bagi pengendara yang melintas di sekitar lokasi kegiatan.





