Teheran (ANTARA) - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan pada Sabtu bahwa Timur Tengah tidak akan pernah damai selama masih menjadi tuan rumah pangkalan militer AS.
"Kebijakan pertahanan Republik Islam Iran konsisten, berdasarkan pedoman Imam kita yang telah gugur sebagai syahid. Selama keberadaan pangkalan AS di kawasan ini berlanjut, negara-negara tersebut tidak akan menikmati perdamaian," katanya di X.
Iran telah menyerang wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah sebagai tanggapan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Hari pertama aksi militer tersebut menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan dibom.
Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.200 orang.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Sikap Eropa terbelah soal serangan AS-Israel terhadap Iran
Baca juga: AS akan kawal kapal di Selat Hormuz, Iran: Kami tunggu
"Kebijakan pertahanan Republik Islam Iran konsisten, berdasarkan pedoman Imam kita yang telah gugur sebagai syahid. Selama keberadaan pangkalan AS di kawasan ini berlanjut, negara-negara tersebut tidak akan menikmati perdamaian," katanya di X.
Iran telah menyerang wilayah Israel dan target militer AS di Timur Tengah sebagai tanggapan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Hari pertama aksi militer tersebut menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan dibom.
Iran memperkirakan jumlah korban tewas mencapai lebih dari 1.200 orang.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: Sikap Eropa terbelah soal serangan AS-Israel terhadap Iran
Baca juga: AS akan kawal kapal di Selat Hormuz, Iran: Kami tunggu




