jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid mendorong pemerintah untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh SPBU menjelang arus mudik Lebaran 2026.
Dia menilai kesiapan pasokan energi menjadi faktor krusial dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat yang diperkirakan meningkat signifikan selama periode libur hari raya.
BACA JUGA: Nurdin Halid DPR: Impor 105.000 Kendaraan Niaga Harus Sejalan Pasal 33 UUD 1945 & Penguatan Industri Nasional
Hal tersebut disampaikan Nurdin Halid dalam kunjungan kerja Komisi VI DPR RI di Makassar bersama sejumlah mitra strategis Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dalam pertemuan tersebut, berbagai pemangku kepentingan membahas langkah antisipatif untuk memastikan kesiapan sektor energi dan transportasi menghadapi lonjakan aktivitas perjalanan masyarakat pada musim mudik.
BACA JUGA: Nurdin Halid Guyur Bonus Petenis Indonesia Peraih Emas SEA Games 2025
Menurut Nurdin, peningkatan mobilitas kendaraan selama arus mudik hampir selalu diikuti dengan lonjakan konsumsi BBM di berbagai wilayah, terutama di jalur-jalur utama perjalanan darat.
Oleh karena itu, dia meminta PT Pertamina (Persero) untuk memperkuat distribusi serta menjaga stabilitas pasokan BBM di SPBU sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh bahan bakar selama perjalanan.
BACA JUGA: Nurdin Halid DPR: Kebijakan Impor BBM Lewat Pertamina Bukan Bentuk Monopoli
Selain memastikan ketersediaan energi, Komisi VI DPR RI juga menyoroti kesiapan sektor transportasi nasional yang berada di bawah koordinasi BUMN.
Sejumlah operator transportasi seperti PT Angkasa Pura Indonesia, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Garuda Indonesia, Citilink, serta PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan layanan, mulai dari ketersediaan armada hingga kualitas pelayanan bagi penumpang.
Nurdin menekankan bahwa koordinasi yang solid antara pemerintah, BUMN, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus mudik nasional.
Dia menilai kesiapan infrastruktur energi dan transportasi bukan hanya soal operasional semata, tetapi juga bagian dari tanggung jawab negara dalam memberikan pelayanan publik yang aman, nyaman, dan andal bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke kampung halaman.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




