JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) geram dengan dewan perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump yang membuat Indonesia bergabung di dalamnya.
Saking geramnya di tengah gempuran Israel-AS ke Iran, BEM UGM menyebutnya dengan istilah Board of Pigs, plesetan dari Board of Peace.
Unggahan itu kemudian direpost oleh Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto di story Instagramnya.
BACA JUGA:Siapa Ayah Ideologis Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Diungkap, Bukan Ajak ke Warnet tapi Diskusi Filsafat
Dengan caption mengkritik pemerintah, BEM UGM menegaskan soal perdamaian, kemanusian, dan Palestina.
[Board Of Pigs]
Satu setengah purnama arah diplomasi kita terasa ganjil. Berawal dari tekanan tarif 32% oleh Amerika Serikat, lalu turun 19%, hingga lebih dari 1.800 produk Indonesia mendapat tarif 0%. Namun, apakah ini gratis?
Di saat Gaza masih luluh lantak oleh konflik, kita justru bergabung dengan Board of Pigs dan bicara soal perdamaian. Prinsip bebas aktif yang dulu kita banggakan, kini terasa kian memudar.
Solidaritas untuk Palestina adalah komitmen kemanusiaan. Maka, berdirilah tanpa tawar-menawar. Karena perdamaian tidak lahir dari kompromi yang pincang, dan keadilan tidak pernah tumbuh dari ketundukan.
"FROM RIVER TO SEA, PALESTINE WILL BE FREE!!!"
BACA JUGA:Buya Disindir karena Mengiba untuk Prabowo, Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Dia Ngemis Suara Rakyat, Joget-Joget!
Sebelumnya, sejumlah ulama termasuk MUI mendesak agar Indonesia ke luar dari Board of Peace.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menyebut Dewan Perdamaian atau Board of Peace tak efektif lagi usai terjadinya perang Iran-Israel dan Amerika.
"Kalau kita kan melihatnya tidak efektif sudah di BoP itu karena ternyata penggagasnya juga tidak memberikan semacam gambaran, baik track record maupun sekarang yang memihak pada perdamaian," ucap Cholil di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
- 1
- 2
- »





