Waspada Lonjakan Penipuan Digital Jelang Pencairan THR, Masyarakat Diimbau Tidak Asal Klik Tautan

pantau.com
1 hari lalu
Cover Berita

Pantau - Menjelang pencairan Tunjangan Hari Raya bagi banyak pekerja menjelang Lebaran, potensi penipuan digital diperkirakan meningkat seiring meningkatnya aktivitas transaksi dan mobilitas masyarakat.

Berdasarkan temuan VIDA sepanjang 2025, lonjakan kasus penipuan digital paling banyak terjadi menjelang dan saat pencairan THR.

Meningkatnya aktivitas transaksi serta mobilitas masyarakat pada periode tersebut dinilai membuka lebih banyak celah bagi pelaku kejahatan digital untuk melancarkan aksinya.

Founder dan Group CEO VIDA Niki Luhur mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai jenis penipuan digital yang kerap memanfaatkan momentum tersebut.

Niki Luhur mengatakan, "Penipuan selalu beradaptasi. Setiap kali sistem pertahanan diperkuat, pelaku menguji ulang, menyesuaikan teknik, dan kembali dengan metode yang lebih kompleks dan sistematis. Mereka memanfaatkan celah keamanan, kelemahan literasi digital masyarakat, serta momentum tertentu untuk melancarkan aksinya."

Modus Phishing dan Smishing Mengincar Korban

Niki Luhur menjelaskan bahwa setidaknya terdapat dua modus penipuan digital yang perlu diwaspadai masyarakat menjelang pencairan THR.

Modus pertama adalah phishing atau smishing yang dilakukan dengan memancing korban untuk mengklik tautan tertentu melalui pesan SMS.

Melalui metode tersebut, korban diarahkan untuk memasukkan data pribadi seperti username, password, hingga One-Time Password.

Pelaku sering menyamar sebagai instansi logistik atau pihak tertentu yang menawarkan promo Ramadhan palsu untuk meyakinkan korban.

Modus ini juga berkembang melalui metode fake BTS yang sempat ditemukan pemerintah pada tahun sebelumnya.

Dengan metode tersebut, pesan palsu dapat dikirim secara massal dan terlihat seolah-olah berasal dari institusi resmi sehingga lebih mudah dipercaya oleh korban.

Malware Melalui Aplikasi APK Berbahaya

Modus kedua adalah penyebaran malware yang memancing korban untuk mengunduh aplikasi berbahaya dalam bentuk file APK.

Pelaku biasanya mengirim dokumen yang terlihat penting seperti status pengiriman paket, undangan pernikahan, atau dokumen lain yang tampak relevan bagi korban.

Jika korban tidak teliti dan mengunduh file tersebut, aplikasi berbahaya dapat terpasang secara otomatis di perangkat korban.

Aplikasi tersebut memungkinkan pelaku memantau perangkat korban dari jarak jauh.

Melalui akses tersebut, pelaku dapat memperoleh password serta berbagai informasi sensitif yang tersimpan di dalam perangkat.

Kedua modus tersebut memiliki pola yang sama yaitu berupaya memperoleh akses terhadap password atau kredensial pengguna.

Hal ini menunjukkan bahwa password saja tidak lagi cukup menjadi perlindungan keamanan di era digital yang semakin kompleks.

Niki Luhur menyarankan masyarakat untuk melindungi dua aspek penting yaitu perangkat yang dimiliki serta identitas biometrik.

Perangkat seperti ponsel pintar, tablet, maupun laptop dapat menyimpan akses identitas digital yang menjadi pintu masuk ke berbagai layanan penting termasuk layanan keuangan.

Oleh karena itu, perlindungan tambahan pada perangkat dinilai penting untuk mencegah pembobolan akses terhadap layanan krusial.

VIDA juga mendorong gerakan bernama #JanganAsalKlik agar masyarakat lebih berhati-hati ketika menerima pesan digital.

Masyarakat disarankan untuk tidak sembarangan mengklik tautan, mengunduh aplikasi, maupun membagikan informasi pribadi agar tidak menjadi korban penipuan digital.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Tetap Netral di Tengah Konflik Global
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Pemerintah Dukung Pesantren Lewat MBG dan LPDP
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan Masih Bisa Terlayani Selama Lebaran 2026
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Sebagian Besar Wilayah Terdampak Bencana Sumatera Telah Bebas dari Lumpur
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Update Longsor Sampah Bantargebang: 1 Jenazah Lagi Ditemukan, Total 5 Korban
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.