Pupuk Indonesia Pastikan Stok Bahan Baku Aman hingga 7 Bulan di Tengah Perang AS-Iran

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan ketersediaan bahan baku pupuk masih aman hingga tujuh bulan ke depan meskipun terjadi konflik di kawasan Selat Hormuz yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan global.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira mengatakan konflik yang terjadi di wilayah tersebut sejauh ini tidak memberikan dampak langsung terhadap operasional perusahaan.

“Perang di area Selat Hormuz tersebut itu secara signifikan tidak berdampak langsung kepada Pupuk Indonesia,” kata Yehezkiel dalam Pupuk Indonesia Media Iftar 2026 di Jakarta, dikutip pada Minggu (8/3/2026).

Dia menjelaskan Pupuk Indonesia memproduksi dua jenis pupuk utama, yakni pupuk urea dan pupuk NPK. Untuk pupuk urea, bahan bakunya berasal dari gas bumi yang tersedia di dalam negeri sehingga relatif aman dari dampak konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, bahan baku untuk pupuk NPK seperti fosfat (P) dan kalium (K) memang masih diimpor. Namun, pasokan tersebut tidak berasal dari negara-negara yang berada di kawasan konflik saat ini.

Saat ini, pasokan fosfat (P) diperoleh dari sejumlah negara di Afrika Utara, seperti Maroko, Tunisia, dan Aljazair. Sementara itu, pasokan kalium (K) diperoleh dari Kanada dan Laos yang berada di luar wilayah konflik Timur Tengah, sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.

Baca Juga

  • Pupuk Indonesia dan Aljazair Jalin Kerja Sama Dukung Swasembada Pangan
  • Caranya Mudah, Pupuk Indonesia Ajak Petani Garut Tebus Pupuk Bersubsidi
  • Teken Kontrak 9,8 Juta Ton, Pupuk Indonesia Salurkan Pupuk Subsidi Mulai 1 Januari 2026

“Jadi secara operasional, alhamdulillah kita masih aman dan stok bahan baku kita masih tersedia sampai bahkan 6–7 bulan ke depan. Jadi kami bisa katakan masih aman,” ujarnya.

Namun, bahan baku pupuk lainnya yang berpotensi terdampak langsung oleh eskalasi konflik di Timur Tengah adalah sulfur (S) yang berasal dari Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait. Meski begitu, sumber pasokan sulfur (S) bagi Pupuk Indonesia juga tersedia dari negara lain, seperti Kanada, sehingga risiko gangguan pasokan dapat diantisipasi.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia juga tetap mewaspadai potensi kenaikan biaya logistik yang dapat terjadi akibat konflik geopolitik tersebut, terutama jika berdampak terhadap harga minyak dunia.

“Karena freight kami itu kan kaitannya juga berkorelasi positif seiring dengan potensi kenaikan biaya minyak dunia. Jadi mungkin salah satu hal yang menjadi perhatian bagi kami adalah terkait dengan biaya kenaikan freight,” ungkapnya.

Yehezkiel mengatakan hingga enam bulan ke depan perusahaan belum memiliki rencana untuk melakukan pengadaan bahan baku impor baru karena stok yang tersedia masih mencukupi untuk kebutuhan produksi.

Dia berharap konflik yang terjadi tidak berlangsung lama sehingga tidak memicu lonjakan biaya logistik maupun harga bahan baku impor di pasar global.

“Jadi, sampai dengan 6 bulan ke depan kami sampaikan belum ada rencana pengadaan untuk bahan baku yang dari luar, sehingga kita masih menggunakan stok yang ada dulu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pupuk Indonesia memperkuat manajemen stok bahan baku dengan menjaga ketersediaan fosfat, kalium, dan sulfur yang saat ini berada pada tingkat yang mencukupi untuk mendukung produksi.

Ke depan, Pupuk Indonesia optimistis dapat menjaga stabilitas pasokan pupuk nasional, seiring dengan kapasitas produksi yang kuat, diversifikasi sumber bahan baku, serta manajemen stok. Adapun saat ini, kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup mencapai 14,5 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aliansi Filantropi dan Masa Depan Tata Kelola Kolaboratif Pengentasan Kemiskinan di Indonesia 
• 12 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Danantara Kucurkan Rp14 Triliun untuk Bangun Rusun Subsidi di Lahan Lippo Group
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Komisi III DPR sosialisasikan KUHP-KUHAP ke seluruh Polda usai Lebaran
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Basarnas Catat Korban Tewas Longsor Bantargebang Bekasi jadi 5 Orang
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Houthi Sambut Mojtaba Khamenei Pemimpin Baru Iran: Pukulan Telak bagi Musuh
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.