Bisnis com, JAKARTA — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jakarta melaporkan lima orang tewas dalam insiden longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat.
Kepala Kantor SAR Jakarta Desiana Kartika Bahari menyampaikan sejauh ini total ada 13 korban dalam peristiwa longsor tersebut. Teranyar, satu jenazah ditemukan tim SAR.
Namun, Desiana belum bisa mengungkap identitas korban yang telah ditemukan itu. Sebab, korban langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi.
"Sekitar pukul 12.05 WIB satu korban kembali ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dibawa menuju rs polri kramat jati untuk proses identifikasi," ujar Desiana dalam keterangan tertulis, Senin (9/3/2026).
Kemudian, Desiana juga belum bisa menjelaskan apakah korban teranyar yang ditemukan ini merupakan korban yang masuk dalam data pencarian atau bukan.
Sebelumnya, total ada lima korban yang masih dilakukan pencarian. Mereka yakni, Riki, Hardianto, Ato, Dofir dan Mr X. Adapun, dua orang selamat berjumlah empat orang.
Baca Juga
- Kronologi dan Penyebab Longsor di TPS Bantargebang Bekasi
- Pemprov DKI Stabilisasi Area TPST Bantargebang untuk Cegah Longsor Susulan
- Longsor Sampah di TPST Bantargebang Telan Korban Jiwa, KLH Segera Panggil Pengelola
Sementara, data orang meninggal sebelumnya tercatat ada dua pemilik warung yaitu Enda Widayanti (25) dan Sumine (60). Sisanya, dua sopir truk Dedi Sutrisno serta Iwan Supriatin.
"Jumlah korban masih terus dalam pendataan berdasarkan keterangan saksi dan pihak keluarga yang kehilangan anggotanya," imbuhnya.
Adapun, Desiana secara total pihaknya telah mengerahkan 336 personel gabungan yang terdiri dari unsur SAR, Kepolisian, ormas hingga BPBD Jakarta dan Bekasi.
"Total 336 personel dikerahkan," pungkasnya.
Sekadar informasi, longsor ini terjadi di zona 4 TPA Bantargebang pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB. Bencana ini mengakibatkan truk maupun warga yang beraktivitas di lokasi tertimbun oleh longsor.





