MEDAN, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebab gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5,3 di wilayah Simeulue, Aceh pada Minggu (8/3/2026) pukul 13.05.05 WIB.
BMKG telah melakukan pemutakhiran parameter gempa bumi tersebut dari magnitudo 5,6 menjadi 5,3.
Plt. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyebut gempa tersebut disebabkan aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke Lempeng Eurasia.
"Gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke Lempeng Eurasia," kata dia, Minggu, seperti dikutip Antara.
Episenter gempa bumi terletak di laut, 50 kilometer arah tenggara Sinabang, Aceh, tepatnya pada koordinat 2,03° LU ; 96,49° BT.
Baca Juga: Gempa M 5,6 Guncang Toli-Toli, Berpusat 46 Km Timur Laut, Terasa hingga Buol dan Pohuwato
Rahmat menjelaskan, analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik.
Gempa itu berdampak dan dirasakan di Simeulue dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan truk berlalu).
Gempa juga dirasakan di Subulussalam dan Aceh Selatan dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Hasil pemodelan juga menunjukkan gempa bumi tersebut tidak berpotensi mengakibatkan tsunami.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Antara
- gempa
- bmkg
- gempa simeulue
- gempa aceh
- gempa hari ini
- penyebab gempa simeulue





