jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar mudik gratis dengan tema Pulang Basamo ke Sumatera Barat (Sumbar) pada Lebaran 2026.
Andre menyediakan 250 bus untuk mengangkut 12 ribu pemudik dari Jakarta ke berbagai daerah di Sumbar.
BACA JUGA: Menjelang Lebaran, BAZNAS dan TNI AL Sediakan Mudik Gratis Pakai Kapal Perang
Andre mengatakan dalam empat tahun ke belakang sudah menggelar mudik gratis dari Jakarta ke Sumbar.
Legislator fraksi Gerindra itu menyebut program mudik gratis menjadi bagian dari komitmen Presiden RI Prabowo Subianto membantu masyarakat perantauan dari Minang agar dapat pulang kampung saat Lebaran 2026.
BACA JUGA: Sesuai Instruksi Zulhas, Fraksi PAN Bikin Acara Tebus Murah Sembako dan Mudik Gratis
“Acara ini memang tahun yang keempat kami laksanakan. Tahun pertama 75 bus, tahun kedua 200 bus, tahun ketiga 250 bus, dan tahun ini alhamdulillah tetap 250 bus,” kata Andre saat melepas pemudik di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (8/3).
Andre mengatakan tiket mudik gratis langsung habis dalam waktu singkat setelah dibuka, karena tingginya minat masyarakat.
BACA JUGA: Telkom Gelar Mudik Gratis 2026, Ini Cara Pendaftaran dan Rute Perjalanannya
“Dilaksanakan secara gratis, tiketnya war. Alhamdulillah dalam setengah jam itu habis,” ujarnya.
Selain mendapatkan transportasi gratis, para pemudik juga memperoleh snack serta makanan selama perjalanan. Rombongan bus juga mendapat pengawalan dari kepolisian hingga tiba di Sumatera Barat.
“Dari berangkat sampai ke Sumatera Barat dikawal langsung oleh Polda Sumatera Barat,” kata Andre.
Dalam program ini, terdapat dua titik pemberhentian utama bagi para pemudik, yakni di depan Masjid Raya Sumbar di Padang dan di Lapangan Kantin Kota Bukittinggi.
Namun, Andrea menuturkan pemudik tetap diperbolehkan turun di wilayah lain sepanjang masuk rute perjalanan menuju dua titik pemberhentian.
“Tujuannya ke Sumatera Barat, ada dua titik pemberhentian, yang pertama di Padang di depan Masjid Raya Sumatera Barat, yang kedua di depan Lapangan Kantin di Kota Bukittinggi,” ujar dia.
Andre melanjutkan sekitar 100 dari total 250 bus yang disiapkan telah diberangkatkan lebih dahulu, sementara sisanya dijadwalkan berangkat pada 15 Maret 2026.
Dia menyebut peserta keberangkatan pertama mayoritas mahasiswa, sedangkan gelombang berikutnya didominasi pekerja.
Andre menilai program mudik ini turut membantu perekonomian Sumbar, karena perantau akan membawa uang dan berbelanja di daerah asal.
"Sumbar pertumbuhan ekonominya hanya tiga persen, inflasi enam persen. Selama ini ekonomi terbantu karena perantau Minang selalu mengirimkan uang sekitar Rp 20 triliun per tahun,” ujarnya.
Selain itu, Andre menegaskan pemerintah pusat juga memiliki komitmen besar untuk pembangunan Sumatera Barat.
Satu di antaranya dengan menyiapkan anggaran hampir Rp18,9 triliun untuk penanganan dampak bencana alam yang terjadi sebelumnya.
“Presiden menyiapkan anggaran Rp18,9 triliun untuk membangun kembali Sumbar, itu baru infrastruktur, di luar perbaikan sawah, ladang maupun rumah,” katanya. (ast/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Aristo Setiawan




