Ratu Kelulut dan Ancaman Mikroplastik: Dua Isu Lingkungan Dibedah Akademisi Malaysia

harianfajar
19 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin menggelar kuliah umum internasional yang menghadirkan dua akademisi dari Malaysia, Kamis (5/3), di Aula Lantai 1 Fakultas Kehutanan Unhas.

Kegiatan ini menghadirkan Norashikin Mohd. Fauzi, BSc., MSc., Ph.D. dari Universiti Malaysia Kelantan serta Assoc. Prof. Dr. Wahizatul Afzan Azmi dari Universiti Malaysia Terengganu.

Kuliah umum tersebut secara resmi dibuka Dekan Fakultas Kehutanan A. Mujetahid yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran narasumber internasional untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik kepada sivitas akademika.

Prof. Mujetahid menyampaikan ucapan selamat datang kepada kedua akademisi tersebut. Ia menilai kehadiran pakar dari luar negeri menjadi momentum penting untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu lingkungan global, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset di bidang kehutanan, serangga, dan ekologi.

“Melalui forum seperti ini, mahasiswa diharapkan dapat melihat persoalan lingkungan dari perspektif yang lebih luas serta terinspirasi untuk mengembangkan penelitian yang berdampak bagi keberlanjutan ekosistem,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Norashikin Mohd. Fauzi membahas hubungan antara serangga dan mikroplastik di lingkungan. Ia menjelaskan bahwa mikroplastik merupakan partikel plastik berukuran kurang dari lima milimeter yang kini semakin banyak ditemukan di berbagai kompartemen lingkungan, baik di daratan maupun perairan.

Mikroplastik dapat berasal dari sumber primer maupun sekunder dan berpotensi mencemari ekosistem secara luas. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa serangga dapat berinteraksi langsung dengan mikroplastik melalui proses konsumsi, akumulasi dalam tubuh, hingga kemungkinan degradasi plastik oleh beberapa spesies tertentu.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa serangga tidak hanya berperan sebagai indikator pencemaran lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi siklus mikroplastik secara biologis di alam. Karena itu, penelitian lanjutan dan pengembangan metode identifikasi yang lebih akurat dinilai penting untuk memahami dampak mikroplastik terhadap ekosistem.

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Wahizatul Afzan Azmi memaparkan materi mengenai aplikasi polinator biologis serta teknologi in vitro pada ratu lebah kelulut. Ia menjelaskan bahwa ratu kelulut memiliki peran penting dalam memimpin koloni dan mengatur sistem reproduksi.

Penelitian yang dipaparkannya juga mengulas proses perkembangan larva ratu, perbedaan karakteristik antara lebah pekerja, lebah jantan, dan ratu, serta proses seleksi jantan berkualitas tinggi yang akan dikawinkan dengan ratu untuk menghasilkan koloni yang sehat dan produktif.

Di akhir kegiatan, Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Fakultas Kehutanan, Syahidah, mengajak mahasiswa untuk mulai meminimalisir penggunaan plastik sekali pakai.

Ia mencontohkan langkah sederhana seperti membawa tumbler sebagai bagian dari dukungan terhadap program fakultas bebas plastik sekaligus penguatan komitmen Zona Integritas. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TPST Bantargebang Bekasi Longsor, Masih Banyak Truk dan Warung yang Tertimbun Sampah
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
BGN Perkuat Standar Higiene Program Makanan Bergizi Gratis, 500 Peserta Ikuti Pelatihan Setiap Hari
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Pawai Ogoh-ogoh Semarakan Festival Nyepi di Bundaran HI, Rano: Bentuk Toleransi Antarumat Beragama
• 23 jam laludisway.id
thumb
ASDP Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim di Klepen Center for Humanity
• 13 jam laludisway.id
thumb
Laba Kuartal IV Melonjak 194%, ESSA Akhiri 2025 Tanpa Utang
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.