PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) menutup 2025 dengan dinamika kinerja yang cukup kontras. Meski secara tahunan laba bersih sedikit tertekan, Perseroan justru mencatat lonjakan kinerja yang signifikan pada kuartal terakhir tahun lalu.
Pada kuartal IV 2025, ESSA membukukan peningkatan pendapatan sebesar 51% secara kuartalan (QoQ). Lonjakan ini diikuti pertumbuhan laba bersih yang melesat hingga 194% QoQ. Kinerja tersebut mencerminkan kuatnya leverage operasional Perseroan serta kemampuan manajemen merespons perubahan kondisi pasar dengan cepat.
Penguatan kinerja pada akhir tahun tersebut didorong oleh pemulihan harga amoniak global. Sepanjang kuartal IV 2025, harga amoniak tercatat naik 31% secara kuartalan.
Dengan operasional yang solid serta keandalan pabrik yang terjaga, perusahaan mampu memanfaatkan momentum kenaikan harga tersebut, bahkan di tengah gangguan pasokan amoniak di pasar global.
Namun secara keseluruhan sepanjang tahun buku 2025, performa ESSA belum sepenuhnya pulih. Perseroan mencatat pendapatan sebesar USD295 juta, turun tipis sekitar 2% secara tahunan (YoY).
Baca Juga: Pendapatan dan Laba ADRO Kompak Susut Sepanjang 2025
Sementara itu, laba bersih yang berhasil dikantongi mencapai USD40 juta, turun 10,82% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya sebesar USD45 juta.
Pendapatan perusahaan sebenarnya masih cukup terjaga di tengah harga LPG dan amoniak yang masing-masing susut 8% dan 3,5%. Ini didukung oleh peningkatan volume pengiriman amoniak sebesar 3%.
Meski demikian, realisasi harga jual yang lebih rendah akhirnya tetap menjadi faktor utama yang menekan laba. Di sisi lain, penurunan beban keuangan setelah pelunasan pinjaman lebih awal turut membantu meredam dampak penurunan tersebut terhadap laba bersih.
“Tingkat operasi yang optimal serta keandalan fasilitas produksi yang tinggi menjadi faktor utama kuatnya operasional ESSA sehingga mampu mengimbangi sebagian besar dampak penurunan harga terhadap pendapatan," kata Kanishk Laroya Presiden Direktur & CEO ESSA.
"Pabrik LPG kami telah mencatat lebih dari 6,5 tahun tanpa gangguan operasional (zero plant trip), sementara pabrik amoniak telah mencapai 9,4 juta jam kerja aman, yang mencerminkan komitmen ESSA terhadap keunggulan operasional," tambahnya.
Baca Juga: PGN (PGAS) Kantongi Pendapatan Rp66 Triliun di 2025, Ini Penopangnya
Selain itu, ESSA juga terus memperkuat struktur keuangannya. Sepanjang 2025, Perseroan berhasil melunasi lebih awal seluruh pinjamannya sehingga kini berada pada posisi tanpa utang.
“Pada tahun 2025, kami berhasil mencapai posisi debt-free dengan posisi kas bersih sebesar USD126 juta, yang menempatkan ESSA pada posisi yang kuat untuk memanfaatkan neraca keuangan dalam mendukung berbagai peluang pertumbuhan selanjutnya," ujar Kanishk.
Ke depan, manajemen juga telah menyiapkan agenda pemeliharaan fasilitas produksi. Pada kuartal II 2026, ESSA dijadwalkan melakukan turnaround pabrik amoniak guna memastikan aspek keselamatan, keandalan, efisiensi, serta keberlanjutan operasional dalam jangka panjang.





