VIVA – Ketegangan di Timur Tengah semakin meluas setelah sebuah pangkalan militer Inggris di Siprus menjadi sasaran serangan drone buatan Iran. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya konflik regional yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).
Pangkalan udara RAF Akrotiri, salah satu fasilitas militer utama Inggris di Mediterania Timur, dilaporkan dihantam sebuah drone tipe Shahed pada awal pekan ini. Drone tersebut merupakan jenis pesawat nirawak buatan Iran yang kerap digunakan dalam konflik di kawasan.
Dalam laporan The Guardian, serangan tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada fasilitas pangkalan, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, insiden itu langsung memicu peningkatan status keamanan di pangkalan militer Inggris tersebut.
Menurut sejumlah laporan media internasional, drone yang menyerang RAF Akrotiri diduga diluncurkan dari wilayah Lebanon oleh kelompok militan Hizbullah, yang dikenal sebagai sekutu utama Iran di kawasan.
Pemerintah Siprus menyebut serangan itu terjadi sekitar tengah malam waktu setempat dan mengenai area instalasi militer di dalam kompleks pangkalan Inggris. Selain drone yang berhasil mencapai pangkalan, otoritas juga melaporkan dua drone lain yang mengarah ke wilayah yang sama berhasil dicegat sebelum mencapai target.
Serangan ini menjadi salah satu insiden paling serius yang melibatkan fasilitas militer Inggris di Siprus dalam beberapa dekade terakhir.
- Wikipedia
Menanggapi serangan tersebut, pemerintah Inggris segera meningkatkan kesiapan militer di kawasan Mediterania Timur. Downing Street dilaporkan mengerahkan kapal perusak HMS Dragon, kapal perang dengan kemampuan pertahanan udara canggih yang dirancang untuk menghadapi ancaman rudal dan drone.
Selain itu, Inggris juga menyiagakan jet tempur F-35 di pangkalan RAF Akrotiri untuk memperkuat sistem pertahanan udara dan mempercepat respons terhadap potensi serangan lanjutan. Langkah ini menunjukkan kekhawatiran London bahwa konflik di Timur Tengah dapat meluas dan mulai menyeret instalasi militer Barat di kawasan.
Serangan drone tersebut juga memicu kekhawatiran di Siprus. Beberapa kelompok masyarakat bahkan menggelar aksi protes di ibu kota Nicosia, menuntut agar pangkalan militer Inggris di pulau itu ditutup.





