Polri Sita 9 Ton Daging Beku Impor Kedaluwarsa, Diduga Siap Diedarkan Jelang Lebaran 2026

idxchannel.com
18 jam lalu
Cover Berita

Bareskrim Polri mengungkap peredaran daging beku impor kedaluwarsa yang diduga bakal diedarkan ke pasar tradisional jelang Lebaran 2026.

Polri Sita 9 Ton Daging Beku Impor Kedaluwarsa, Diduga Siap Diedarkan Jelang Lebaran 2026. (Foto Istimewa/Freepik)

IDXChannel - Satuan Reserse Mobile (Resmob) Bareskrim Polri mengungkap peredaran daging beku impor kedaluwarsa yang diduga bakal diedarkan ke pasar tradisional untuk dikonsumsi masyarakat menjelang perayaan Lebaran 2026.

Kasat Resmob Bareskrim Polri Kombes Teuku Arsya Khadafi mengatakan, pihaknya telah mengamankan sejumlah barang bukti dalam operasi tersebut.

Baca Juga:
Hasil Sidak Pasar Sepekan, Harga Daging Hingga Cabai Terpantau Turun

“Satuan Resmob Bareskrim telah melakukan penindakan terhadap seseorang yang mengedarkan daging beku impor kedaluwarsa ke pasar tradisional untuk dikonsumsi masyarakat yang akan melaksanakan perayaan Lebaran,” ujarnya di Jakarta, Minggu (8/3/2026).

Dalam penindakan tersebut, polisi mengamankan tiga unit truk yang mengangkut daging beku impor kedaluwarsa dengan total berat mencapai 9 ton.

Baca Juga:
Mendag Klaim Mayoritas Harga Pangan di Bawah HET, Daging Dibanderol Rp140 Ribu per Kg

“Saat ini diamankan tiga truk dengan barang bukti daging beku kadaluarsa seberat 9 ton. Saat ini para terduga dan barang bukti dibawa ke Bareskrim untuk diambil keterangan dan dikembangkan lebih lanjut,” ujarnya.

Baca Juga:
Jaga Stabilitas Pangan Jelang Idulfitri 2026, Mentan Minta Harga Daging dan Telur Sesuai HET

Selanjutnya, polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap para terduga pelaku serta mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi lain yang terlibat dalam peredaran daging kedaluwarsa tersebut.

Sebagai informasi, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman memastikan harga komoditas pangan pokok mulai bergerak lebih stabil bahkan cenderung menurun memasuki pertengahan Ramadan.

Menurutnya, meskipun terdapat beberapa komoditas pangan strategis lainnya yang masih mengalami sedikit kenaikan harga, namun kondisi tersebut dinilainya masih dalam batas kewajaran.

"Aku sudah cek tadi, masih relatif stabil. Ada naik daging ayam ras. Itu yang agak menguat sedikit, sesuai rapat inflasi. Relatif aman," ujarnya dalam keterangan pers yang digelar di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026).

Menurutnya, kenaikan tipis harga pada komoditas tertentu juga perlu dilihat sebagai bagian dari keseimbangan pasar agar produsen pangan tetap memperoleh manfaat ekonomi, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Sudahlah kalau naik 0,6 persen, sayangilah juga peternak kita sedikit, supaya dia dapat baju lebaran. (Jadi) cabai rawit turun. Cabai merah, turun. Tadi bawang merah juga. Bawang putih juga turun," kata dia.

(Dhera Arizona) 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
All England: Ganda Campuran Taiwan Juara usai Tekuk Unggulan 5 dari Prancis
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Koalisi Sipil Nilai Instruksi Siaga 1 Panglima TNI Inkonstitusional
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Momen Hari Perempuan Internasional, PNM Sukses Berdayakan 22,9 Juta Nasabah
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Ali Larijani Sebut AS-Israel Ingin Pecah Belah Iran Jadi Beberapa Bagian
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gunung Semeru Kembali Menggeliat, 5 Kali Erupsi Sore hingga Malam Ini
• 11 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.