SEKRETARIS Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, melontarkan tudingan keras terhadap Amerika Serikat (AS) dan Israel. Ia menyebut kedua negara tersebut tengah berupaya menciptakan kekacauan masif di dalam negeri Iran dengan tujuan akhir memecah belah negara tersebut menjadi beberapa bagian kecil.
Pernyataan ini muncul di tengah situasi keamanan yang sangat labil di Teheran pasca-agresi militer besar-besaran yang terjadi pada akhir Februari lalu. Larijani menilai adanya upaya sistematis untuk melemahkan kedaulatan Iran dari dalam.
Strategi Balkanisasi IranDalam keterangannya yang dikutip melalui stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, Larijani menegaskan bahwa kekacauan yang terjadi saat ini merupakan bagian dari desain besar musuh-musuh Iran.
Baca juga : Israel Serang Infrastruktur Militer Iran, Targetkan Jet F-14 di Isfahan
"Strategi musuh (AS-Israel) adalah menabur kekacauan di Iran sehingga mereka dapat dengan mudah memecah negara ini menjadi beberapa bagian," tegas Larijani pada Sabtu (7/3/2026).
Selain mengungkap strategi politik musuh, Larijani juga menyampaikan klaim militer yang signifikan dengan menyatakan bahwa beberapa tentara Amerika Serikat telah ditangkap oleh otoritas keamanan Iran. Namun, rincian mengenai jumlah dan lokasi penangkapan personel tersebut belum diungkapkan ke publik.
Konsekuensi Serangan 28 FebruariSituasi di Timur Tengah mencapai titik kritis setelah AS dan Israel meluncurkan serangkaian serangan udara ke sejumlah target di dalam Iran, termasuk ibu kota Teheran, pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan masif dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Televisi pemerintah Iran sebelumnya mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat serangan tersebut. Kehilangan figur otoritas tertinggi ini telah mengubah peta geopolitik kawasan secara drastis.
Hingga saat ini, ketegangan antara Teheran dan Washington berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir, dengan kekhawatiran global akan meletusnya perang terbuka yang lebih luas di kawasan tersebut. (Sputnik-OANA/Ant/I-2)





