Apa Itu Kanker Ginjal Penyakit yang Diderita Vidi Aldiano, Berikut Penyebab dan Gejalanya

mediaindonesia.com
1 hari lalu
Cover Berita

KABAR duka menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Penyanyi berbakat Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026, di usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal selama lebih dari enam tahun. Kepergian pelantun "Nuansa Bening" ini kembali memicu perhatian publik terhadap bahaya kanker ginjal, penyakit yang sering kali disebut sebagai "pembunuh diam-diam" karena gejalanya yang sulit terdeteksi di stadium awal.

Vidi Aldiano pertama kali didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium 3 pada Desember 2019. Sejak saat itu, ia telah menjalani berbagai prosedur medis, mulai dari pengangkatan ginjal kiri di Singapura hingga serangkaian terapi rutin yang ia sebut sebagai "spa day". Namun, sel kanker tersebut kemudian bermetastasis atau menyebar ke beberapa titik di tubuhnya.

Apa Itu Kanker Ginjal?

Kanker ginjal adalah kondisi medis di mana sel-sel abnormal di dalam ginjal tumbuh secara tidak terkendali dan membentuk massa yang disebut tumor ganas. Ginjal sendiri merupakan organ vital yang berfungsi menyaring darah, membuang limbah melalui urine, serta mengatur tekanan darah manusia.

Baca juga : Vidi Aldiano Dimakamkan di TPU Tanah Kusir

Jenis kanker ginjal yang paling umum menyerang orang dewasa, termasuk yang dialami oleh Vidi Aldiano adalah Renal Cell Carcinoma (RCC) atau Karsinoma Sel Ginjal. Secara spesifik, Vidi diketahui mengidap clear cell renal cell carcinoma (ccRCC), sebuah subtipe yang cukup agresif karena kemampuannya menyebar dengan cepat melalui aliran darah ke organ lain seperti paru-paru dan tulang.

Gejala Kanker Ginjal yang Perlu Diwaspadai

Salah satu tantangan terbesar penyakit ini adalah ketiadaan gejala pada tahap awal. Namun, seiring membesarnya tumor, beberapa tanda berikut biasanya mulai muncul:

  • Hematuria: Adanya darah dalam urine (urine berwarna kemerahan atau kecokelatan).
  • Nyeri Pinggang: Rasa sakit di punggung bawah atau sisi tubuh yang tidak kunjung hilang.
  • Benjolan: Terasa ada massa atau benjolan di area perut, samping, atau punggung.
  • Kelelahan Ekstrem: Merasa sangat lelah dan lemah tanpa alasan yang jelas.
  • Penurunan Berat Badan: Berat badan turun drastis secara tiba-tiba tanpa diet.
  • Demam dan Keringat Malam: Demam yang hilang timbul dan sering berkeringat di malam hari.
Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga saat ini, penyebab pasti mutasi DNA yang memicu kanker ginjal belum diketahui secara spesifik. Namun, para ahli medis mengidentifikasi beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini:

  1. Gaya Hidup: Kebiasaan merokok dan obesitas (kelebihan berat badan) menjadi pemicu utama.
  2. Hipertensi: Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dalam jangka panjang merusak pembuluh darah di ginjal.
  3. Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan kanker ginjal atau penyakit bawaan seperti Sindrom Von Hippel-Lindau.
  4. Paparan Bahan Kimia: Paparan zat berbahaya seperti kadmium atau asbes di lingkungan kerja.
  5. Gagal Ginjal Kronis: Pasien yang menjalani cuci darah (dialisis) jangka panjang memiliki risiko lebih tinggi.

Perjuangan Vidi Aldiano menjadi pengingat pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan (medical check-up) secara rutin. Kanker ginjal yang ditemukan pada stadium awal memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi dibandingkan jika sudah memasuki tahap metastasis. (Z-4)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Warga Lempar Petasan ke Toko Diduga Jual Tramadol, Kesal Laporan Dicuekin
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Tegaskan Pembangunan Jembatan Gantung untuk Kepentingan Rakyat
• 4 menit laludetik.com
thumb
Mendagri Tito: Masyarakat Tak Perlu Panic Buying Jelang Idul Fitri
• 7 jam lalukompas.com
thumb
BEI Luncurkan Mode Syariah di IDX Mobile, Permudah Akses Saham Syariah
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lyon vs Paris FC, Penalti Larut Corentin Tolisso Selamatkan Les Gones dari Kekalahan
• 19 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.