AS Tawarkan Reasuransi US$20 Miliar agar Kapal-Kapal Kembali Berlayar di Selat Hormuz

bisnis.com
1 hari lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Amerika Serikat (AS) menyiapkan program reasuransi senilai US$20 miliar guna mendorong kembali aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, yang hampir terhenti sebagai dampak serangan AS-Israel terhadap Iran.

Lembaga US International Development Finance Corp. (DFC) menyatakan pada Jumat (6/3/2026) bahwa pemerintah AS akan menyediakan reasuransi maritim, termasuk perlindungan terhadap risiko perang di kawasan Teluk Persia untuk menstabilkan aktivitas perdagangan.

Mengutip Bloomberg pada Minggu (8/3/2026), fasilitas tersebut akan menanggung kerugian hingga sekitar US$20 miliar secara bergulir dan untuk sementara hanya berlaku bagi kapal.

Adapun, kebijakan itu diumumkan setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan DFC untuk menawarkan perlindungan asuransi dengan harga yang sangat terjangkau, guna memastikan kelancaran arus energi dan perdagangan komersial di kawasan Teluk, di tengah lonjakan harga minyak.

“DFC dan Departemen Keuangan AS berkoordinasi erat dengan Centcom terkait langkah selanjutnya dalam pelaksanaan rencana ini,” kata DFC, merujuk pada Komando Pusat militer AS.

Meskipun DFC menyatakan telah berkoordinasi dengan Centcom, Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Jumat sore mengatakan dirinya belum mengetahui apakah pengawalan oleh angkatan laut AS benar-benar diperlukan di kawasan Teluk.

Baca Juga

  • Tak Hanya Selat Hormuz, Ini Jalur Aliran Minyak Paling Sibuk di Dunia
  • UEA Susul Kuwait Pangkas Produksi Minyak Akibat Penutupan Selat Hormuz

Di lain sisi, DFC juga menyatakan telah mengidentifikasi mitra perusahaan asuransi Amerika terbaik untuk mendukung program tersebut. Bahkan, sebelum pengumuman ini, perusahaan asuransi swasta sebenarnya masih menawarkan perlindungan bagi kapal yang ingin melintasi kawasan tersebut.

Lloyd’s Market Association pada Kamis menyatakan penawaran itu masih tersedia, sementara broker Arthur J. Gallagher & Co. mengatakan pasar asuransi London bersedia dan mampu memberikan perlindungan bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz.

Pejabat DFC mengklaim bahwa sejumlah perusahaan asuransi menyatakan minat untuk bermitra dalam menyediakan reasuransi melalui skema ini. Struktur program tersebut, katanya, disusun berdasarkan diskusi intensif dengan industri asuransi.

Kendati demikian, penawaran dari perusahaan asuransi swasta sejauh ini belum cukup untuk menarik kapal dan awaknya kembali melintasi Selat Hormus.

“Para pemilik kapal menyebut kekhawatiran terhadap keselamatan awak kapal yang harus memasuki wilayah konflik adalah hambatan utama,” dikutip dari Bloomberg.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima dari total aliran minyak dunia, gas, pupuk, dan berbagai komoditas lainnya. Iran sebelumnya mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut, sehingga memicu lonjakan harga minyak dan bahan bakar lainnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Patung "Abdi Dalem": Monumen Memori Personal dan Kultural
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Kapolres Banggai Cek Senpi Personel, Ingatkan Tidak Disalahgunakan
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Kedubes Iran Tegaskan Hak untuk Respons Tegas Serangan Zionis Israel dan AS
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
10 Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Sosok yang Paksa Wawancara Istri Ermanto di RS Diungkap Rieke Diah Pitaloka: Ini Indikasinya Gak Benar!
• 8 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.