Distribusi bahan bakar di Teheran, Iran, terhenti sementara usai serangan AS dan Israel terhadap depot minyak. Iran menegaskan pihaknya sedang mengatasi kerusakan di sejumlah infrastruktur energi.
"Karena kerusakan pada jaringan pasokan bahan bakar, distribusi telah terhenti sementara," kata Gubernur Teheran Mohammad Sadegh Motamedian, seperti dikutip oleh kantor berita resmi IRNA, dilansir AFP, Minggu (8/3/2026).
"Masalah ini sedang diatasi," tambahnya.
Sementara itu, dilansir Aljazeera yang mengutip laporan kantor berita Fars, Gubernur Teheran Mohammad Sadegh Motamedian, mengatakan kuota bahan bakar untuk warga dengan kartu pribadi telah dikurangi dari 30 liter (7,9 galon) per hari menjadi 20 liter (5,2 galon).
Ia mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir tentang bahan bakar karena gangguan pasokan akan segera diatasi. pihaknya juga berjanji akan membatalkan langkah tersebut setelah 'dua atau tiga hari'.
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel menyerang lima fasilitas minyak di sekitar ibu kota Iran. Serangan itu menewaskan empat orang.
"Semalam, empat depot minyak dan pusat transportasi produk minyak bumi di Teheran dan Alborz diserang oleh pesawat musuh," kata CEO Perusahaan Distribusi Produk Minyak Nasional Iran, Keramat Veyskarami, kepada televisi pemerintah Iran, dilansir AFP.
Sebanyak 4 orang tewas dalam insiden itu. Terdapat sejumlah kerusakan di lokasi, namun kebakaran berhasil dikendalikan.
"Empat personel kami, termasuk dua pengemudi truk tangki minyak, tewas dalam insiden tersebut," ujar Veyskarami.
Ia mengatakan fasilitas infrastruktur energi tersebut "mengalami kerusakan" tetapi "api berhasil dikendalikan".
Usai serangan, terlihat asap kebakaran menyelimuti ibu kota Iran semalaman, serta menciptakan kabut gelap di seluruh kota saat pagi tiba. Warga melaporkan bau terbakar masih tercium di udara.
Veyskarami mengatakan depot minyak Iran memiliki "cadangan bensin yang cukup".
Simak juga Video 'Trump Pede Betul Militer Iran Sudah Hancur Lebur':
(yld/knv)





