Majelis Ahli Iran Sepakati Pengganti Ali Khamenei

tvrinews.com
19 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews – Teheran

Dewan ulama mengonfirmasi konsensus mayoritas telah tercapai di tengah ancaman militer Israel terhadap proses suksesi.

Majelis Ahli Iran mengumumkan telah mencapai konsensus mayoritas terkait sosok yang akan menjadi Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) berikutnya. Langkah ini diambil menyusul wafatnya Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari lalu.

Anggota Majelis Ahli, Ayatollah Mohammad-Mahdi Mirbagheri, menyatakan bahwa meskipun kesepakatan bulat telah tercapai, masih terdapat beberapa kendala teknis yang perlu diselesaikan dalam proses tersebut. 

Berdasarkan konstitusi Iran, badan yang terdiri dari 88 ulama ini merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang menentukan pemegang otoritas tertinggi negara.

"Upaya besar untuk menentukan kepemimpinan telah dilakukan, dan opini yang tegas serta bulat telah disepakati," ujar Mirbagheri dalam rekaman video yang dirilis oleh kantor berita Fars, Minggu 8 Maret 2026.

Kriteria Pengganti: "Dibenci oleh Musuh"

Proses pemilihan ini berlangsung di bawah tekanan keamanan yang tinggi. Ayatollah Mohsen Heidari Alekasir, anggota majelis lainnya, mengungkapkan kepada Nournews bahwa pemungutan suara secara langsung di satu lokasi sulit dilakukan dalam kondisi saat ini.

Ia menegaskan bahwa kandidat yang dipilih sesuai dengan wasiat mendiang Khamenei, yakni sosok yang harus "dibenci oleh musuh" ketimbang dipuji oleh pihak asing.

"Bahkan Amerika telah menyebut namanya," kata Heidari Alekasir. Pernyataan ini muncul hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyebut nama putra mendiang, Mojtaba Hosseini Khamenei, sebagai pilihan yang "tidak dapat diterima" oleh Washington.

Ancaman Militer dan Ketegangan Regional

Di sisi lain, militer Israel mengeluarkan peringatan keras melalui media sosial terkait proses suksesi ini. 

Dalam unggahan berbahasa Persia di platform X, pihak militer Israel mengancam akan menargetkan setiap anggota Majelis Ahli yang berpartisipasi dalam pertemuan penentuan pemimpin baru tersebut.

Menanggapi situasi yang tegang, Hojjatoleslam Jafari, anggota majelis lainnya, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi negatif terhadap para perwakilan ulama.

"Keterlambatan dalam memilih pemimpin ketiga adalah hal yang pahit dan tidak diinginkan bagi semua orang, namun tidak ada alternatif lain. Kita tidak boleh berprasangka buruk di masa sulit ini," ungkap Jafari dalam wawancara dengan Fars.

Hingga saat ini, identitas resmi sang penerus belum diumumkan secara formal ke publik, sementara kawasan Timur Tengah tetap berada dalam kesiagaan tinggi akibat konflik yang terus meluas.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terungkap! Diam-Diam Benny Moerdani Persiapkan Jenderal Try Sutrisno Jadi Wapres Soeharto
• 8 jam laluokezone.com
thumb
BRI Super League: Persita Hajar Madura United, Carlos Pena Langsung Bersiap untuk Hadapi Persebaya
• 19 jam lalubola.com
thumb
Kapal Feri Mudik Gratis Rute Situbondo-Madura Berangkat Perdana Angkut 331 Penumpang
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Siap-siap War, Flash Sale Tiket Kereta Api untuk Mudik Lebaran Digelar Sore Ini
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Program Migrasi Tenaga Kerja RI Terampil Skema Low Cost ke Jepang, Fokus Caregiver dan Perawat
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.