BGN Tutup Sementara Ratusan SPPG di Sumatera, Ini Alasannya

idxchannel.com
1 hari lalu
Cover Berita

keputusan suspend dilakukan sebagai langkah penegakan standar keamanan dan kelayakan dapur dalam pelaksanaan MBG.

BGN Tutup Sementara Ratusan SPPG di Sumatera, Ini Alasannya

IDXChannel - Badan Gizi Nasional (BGN) menutup sementara 492 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatera. Penutupan dilakukan mulai 9 Maret 2026 tanpa batas waktu.

Kebijakan tersebut diambil karena hingga saat ini ratusan dapur tersebut belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Baca Juga:
Cerita Relawan SPPG di NTT: Dulu Susah Beli Beras, Sekarang Bisa Punya Motor

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, mengatakan keputusan suspend dilakukan sebagai langkah penegakan standar keamanan dan kelayakan dapur dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Harjito, seluruh SPPG yang telah beroperasi diwajibkan memenuhi standar higiene dan sanitasi, termasuk melalui proses pendaftaran dan verifikasi SLHS di dinas kesehatan setempat. 

Baca Juga:
Anggaran MBG Rp268 Triliun, Kepala BGN: Setiap Hari SPPG Terima Rp500 Juta

"Suspend ini merupakan langkah korektif agar seluruh dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan,” kata Harjito di Jakarta, dikutip Minggu (8/3/2026).

Harjito menegaskan bahwa ketentuan tersebut berlaku bagi dapur yang telah beroperasi lebih dari 30 hari namun belum melakukan pendaftaran SLHS.

Baca Juga:
BGN Tegaskan SPPG Tak Ambil Untung Rp1,8 Miliar per Tahun dari MBG, Begini Penjelasannya

“Kami memberikan kesempatan bagi seluruh SPPG untuk segera melengkapi kewajiban administrasi dan standar sanitasi. Setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, operasional dapat kembali dibuka,” kata dia.

Data per 7 Maret 2026 pukul 11.00 menunjukkan terdapat 492 SPPG di wilayah Sumatera yang belum mendaftarkan SLHS. Jumlah tersebut merupakan akumulasi laporan dari Koordinator Regional wilayah Sumatera yang melakukan pemantauan langsung terhadap operasional dapur MBG di masing-masing provinsi.

Provinsi dengan jumlah SPPG belum mendaftar SLHS terbanyak berada di Sumatera Utara dengan 252 dapur, disusul Lampung 77 dapur, Aceh 76 dapur, Sumatera Barat 69 dapur, Riau 9 dapur, Kepulauan Riau 5 dapur, dan Bengkulu empat dapur. Sementara Jambi, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung tercatat tidak memiliki dapur yang belum mendaftar.

Harjito menambahkan, kebijakan suspend ini juga menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan kualitas layanan dalam program MBG yang menyasar pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. “Program ini menyangkut kesehatan masyarakat, sehingga standar keamanan pangan tidak boleh ditawar,” katanya.

Harjito pun mengimbau seluruh pengelola SPPG yang terdampak untuk segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat guna mempercepat proses pendaftaran SLHS.

“Kami berharap SPPG dapat segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan agar layanan dapat kembali berjalan dan manfaat program MBG tetap dapat dirasakan oleh masyarakat,” kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pandji Pragiwaksono Harap Kasusnya yang Ini Diselesaikan Secara Restorative Justice
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Polisi: Belum Ada Pengajuan Penangguhan Penahanan dari Pihak Richard Lee
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Korban Tewas Longsor Gunung Sampah Bantargebang Jadi 5 Orang, 4 Warga Masih Hilang
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Pertamina Resmi Operasikan Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026, Pasokan BBM dan LPG Dijamin Aman
• 6 jam laludisway.id
thumb
WBC Tegaskan Komitmen Kesetaraan Perempuan di Dunia Tinju
• 9 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.