Tulisan berikut tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa depresi dan mulai berpikir untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater. Meminta pertolongan mereka bukan berarti Anda lemah.
JAKARTA,KOMPAS--Seorang pria berusia awal 30 tahun diduga mengakhiri hidup dengan bunuh diri dari lantai tiga Pondok Indah Mal 2, Jakarta Selatan Minggu (8/3/2026) siang. Dia meninggal di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Peristiwa ini menambah panjang kasus bunuh diri di pusat perbelanjaan.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.03 WIB. Kapolsek Kebayoran Lama, Komisaris Muhammad Kukuh Islami, membenarkan adanya kejadian tersebut. Adapun untuk kronologi kejadian, penyidik masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mendalami penyebab kejadian.
"Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan untuk memastikan kronologi kejadian" kata Kukuh.
Kukuh menuturkan, saat jatuh dari lantai tiga mal, korban diketahui masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Karena itu, pria tersebut dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan. "Kami berupaya agar korban bisa pulih. Namun saat tiba di RS, nyawa korban sudah tidak tertolong," ungkapnya.
Kasus bunuh diri di pusat perbelanjaan atau gedung tinggi bukan pertama kali terjadi. Pada Oktober 2024 atau tepatnya tanggal 22 Oktober, AM bunuh diri di Metropolitan Mall, Bekasi, Jawa Barat.
Kapolsek Bekasi Selatan kala itu, Komisaris Untung Riswaji, mengatakan, peristiwa bermula ketika korban naik ke atas atap (rooftop) mal.
"Korban naik ke atas dari parkiran motor lantai bawah hingga ke rooftop mal dan kemudian melompatkan diri ke bawah. Dari rekaman CCTV yang diterima, korban berjalan sendirian," kata Untung.
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah Kota Bekasi Novrian mendapatkan kenyataan jika korban memang memiliki niat bunuh diri sejak lama. Kenyataan ini ia temukan setelah bertemu dengan keluarga AM. Pemuda itu merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. ”Sejak awal, AM memang dikenal pendiam dan tertutup,” katanya.
Peristiwa bunuh diri juga terjadi di pusat perbelanjaan di kawasan Lotte Avenue, Jakarta Selatan, pada 22 November 2025 sore. seorang siswa di Bekasi ditemukan tidak bernyawa di area Lobby Barat Lotte Avenue pada pukul 17.12 WIB.
Kapolsek Metro Setiabudi saat itu Komisaris Firman menuturkan, saat melompat AR tidak mengenakan seragam sekolah namun terlihat berbincang. "Belum diketahui apakah ia berbincang dengan sendiri atau dengan orang lain," katanya. Sesaat setelah kejadian, korban sempat dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, namun nyawanya tidak tertolong.
Sementara itu, Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Murodih, menyampaikan bahwa korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuh akibat jatuh dari ketinggian.
Terkait Fenomena ini, Psikolog klinis dari Lembaga Psikologi Terapan UI (LPTUI) Rini Hapsari Santosa berpendapat, banyak hal yang menyebabkan orang memutuskan untuk bunuh diri di suatu tempat termasuk di pusat perbelanjaan. Namun alasan pemilihan tempat yang lebih jelasnya, tentu harus ada latar belakang dari korban. "Ada kemungkinan tempat itu sudah familiar bagi korban atau memiliki memori khusus," jelasnya.
Menurut dia, kejadian bunuh diri lebih sering terjadi pada laki-laki. Alasannya, karena secara gender, laki-laki berada di posisi "harus kuat" dan tabu untuk bicara tentang emosi dan perasaan. Karena itu, kadang dari masa kecil, laki-laki lebih sulit dapat kesempatan untuk belajar dan memproses aspek ini.
"Hal ini kadang membuat isu dan permasalahan semakin menggulung dan buntu di dalam dirinya sendiri," ujar Rini.





