Liputan6.com, Jakarta - Di antara ratusan warga, berdiri Nurhayati (43) di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya. Di tangannya, tergenggam map plastik berisi dokumen keluarga yang selamat dari banjir besar beberapa waktu lalu.
Rumahnya sempat terendam, perabot rusak, dan usaha kecil yang menjadi sumber penghasilan keluarga berhenti total selama berminggu-minggu.
Advertisement
"Yang paling kami harapkan sekarang adalah bisa memulai lagi kehidupan seperti dulu," ujar Nurhayati, melalui keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026).
Harapan seperti yang diucapkan Nurhayati itulah yang menjadi alasan pemerintah hadir langsung di Pidie Jaya, Jumat 6 Maret 2026.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi.
Nilai bantuan yang disalurkan pemerintah mencapai Rp 241.616.150.000 yang terdiri dari berbagai program bantuan untuk pemulihan kehidupan masyarakat.
Bantuan tersebut meliputi jaminan hidup bagi 66.629 jiwa, bantuan isi hunian sementara bagi 18.839 kepala keluarga, serta bantuan stimulan sosial ekonomi untuk jumlah keluarga yang sama.
Selain itu, pemerintah juga memberikan santunan kepada 56 ahli waris korban meninggal dunia dan bantuan bagi 23 korban luka akibat bencana tersebut. Bagi masyarakat Pidie Jaya, bantuan itu bukan sekadar angka. Ia adalah titik awal untuk bangkit kembali.




