Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI Jakarta mengungkapkan tiga korban meninggal dunia setelah tertimbun longsoran sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang Desa Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi.
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu menjelaskan ketiga korban terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki, yang merupakan pemilik warung dan sopir truk.
"Identitas korban yaitu Enda Widayanti (25), Sumine (60) keduanya pemilik warung, sedangkan satu lagi korban Dedi Sutrisno merupakan sopir truk," ucapnya.
Desiana menambahkan saat ini pihaknya masih dalam pendataan lantaran masih banyak kendaraan truk sampah yang tertimbun dan warung di lokasi area.
"Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban," katanya.
Ia juga menyebutkan pihaknya telah mengerahkan sejumlah personel unit Siaga SAR Bekasi dari BPBD Kota Bekasi dan BPBD Provinsi DKI Jakarta. Selain itu pihaknya juga telah mengerahkan alat bantuan untuk melakukan evakuasi.
Sebelumnya beredar sebuah video di media sosial Instagram yang diunggah oleh akun @lbj_jakarta yang memperlihatkan, gunung sampah Bantargebang kembali longsor, sejumlah truk dikabarkan tertimbun.
"Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi sejak siang tadi. Kondisi gundukan sampah yang sudah mencapai ketinggian kritis membuatnya tidak stabil, hingga akhirnya material sampah tumpah menutupi akses jalan dan mengubur truk-truk yang sedang mengantre untuk proses bongkar muat," tulis akun tersebut.
Baca juga: Begini kondisi TPST Bantargebang sebelum ada sopir truk tewas
Baca juga: Menteri LH minta Pemprov Jakarta lebih serius tangani & kurangi sampah
Baca juga: DKI diminta perhatikan kesejahteraan pemulung di TPST Bantargebang
Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari dalam keterangannya, di Jakarta, Minggu menjelaskan ketiga korban terdiri atas dua perempuan dan satu laki-laki, yang merupakan pemilik warung dan sopir truk.
"Identitas korban yaitu Enda Widayanti (25), Sumine (60) keduanya pemilik warung, sedangkan satu lagi korban Dedi Sutrisno merupakan sopir truk," ucapnya.
Desiana menambahkan saat ini pihaknya masih dalam pendataan lantaran masih banyak kendaraan truk sampah yang tertimbun dan warung di lokasi area.
"Untuk sementara sedang dilakukan pendataan jumlah korban," katanya.
Ia juga menyebutkan pihaknya telah mengerahkan sejumlah personel unit Siaga SAR Bekasi dari BPBD Kota Bekasi dan BPBD Provinsi DKI Jakarta. Selain itu pihaknya juga telah mengerahkan alat bantuan untuk melakukan evakuasi.
Sebelumnya beredar sebuah video di media sosial Instagram yang diunggah oleh akun @lbj_jakarta yang memperlihatkan, gunung sampah Bantargebang kembali longsor, sejumlah truk dikabarkan tertimbun.
"Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Bekasi sejak siang tadi. Kondisi gundukan sampah yang sudah mencapai ketinggian kritis membuatnya tidak stabil, hingga akhirnya material sampah tumpah menutupi akses jalan dan mengubur truk-truk yang sedang mengantre untuk proses bongkar muat," tulis akun tersebut.
Baca juga: Begini kondisi TPST Bantargebang sebelum ada sopir truk tewas
Baca juga: Menteri LH minta Pemprov Jakarta lebih serius tangani & kurangi sampah
Baca juga: DKI diminta perhatikan kesejahteraan pemulung di TPST Bantargebang





