Banjir Rendam 2.682 Rumah di Serang, Lebih dari 9.000 Warga Terdampak

suara.com
20 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Banjir akibat cuaca ekstrem melanda Kabupaten Serang sejak Jumat hingga Minggu, merendam 2.682 rumah warga di puluhan desa.
  • Bencana hidrometeorologi ini berdampak pada 9.184 jiwa, termasuk lansia dan balita, yang tersebar di 24 desa.
  • Dampak lain meliputi pergerakan tanah dan pohon tumbang, dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 60 sentimeter.

Suara.com - Banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Serang, Banten sejak Jumat hingga Minggu malam menyebabkan ribuan rumah warga terendam. Data sementara mencatat sebanyak 2.682 rumah terdampak genangan air.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan bencana hidrometeorologi tersebut berdampak luas hingga ke puluhan desa di wilayah setempat.

"Berdasarkan data hingga pukul 18.00 WIB, sebanyak 3.099 KK atau 9.184 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, tercatat ada 337 lansia dan 222 balita yang menjadi prioritas pengawasan kami," ujar Ajat di Serang, Minggu.

Ia menjelaskan banjir melanda sedikitnya 24 desa yang tersebar di 13 kecamatan, yakni Jawilan, Cinangka, Tunjungteja, Pamarayan, Bojonegara, Kibin, Ciruas, Binuang, Carenang, Kramatwatu, Tanara, Pontang, dan Cikande.

Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi sejumlah akses jalan desa serta fasilitas umum seperti Masjid Al Amin dan SDN 1 Tonjong.

Menurut Ajat, hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang tidak hanya memicu banjir, tetapi juga memicu bencana lain seperti pergerakan tanah di Desa Kadubereum, Kecamatan Padarincang, serta di Desa Margatani, Kecamatan Kramatwatu. Selain itu, peristiwa pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Desa Mangkunegara.

"Ketinggian muka air (TMA) di lapangan saat ini bervariasi. Di Kecamatan Pontang, air masih setinggi 60 sentimeter, sementara di wilayah lain seperti Carenang dan Jawilan berkisar antara 40 hingga 50 sentimeter," tambahnya.

Hingga kini, tim BPBD masih melakukan kaji cepat di lokasi-lokasi terdampak serta menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang membutuhkan. Namun, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan.

Kebutuhan tersebut antara lain alat penyedot air (alkon), perahu karet, serta makanan siap saji untuk warga terdampak banjir.

Baca Juga: Banjir Genangi Tol JakartaTangerang KM 24, Akses Gerbang Tol Karang Tengah Barat Sempat Ditutup

Sementara itu, BPBD bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika juga telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, terutama di wilayah barat Kabupaten Serang, agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat susulan yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Warga yang tinggal di bantaran sungai juga diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri jika debit air kembali meningkat secara signifikan guna menghindari risiko korban jiwa.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Buka Puasa Wilayah Maluku Hari Ini, Senin 9 Maret 2026
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Api Membumbung! Israel Serang Kilang Minyak Teheran, Depot Bahan Bakar Iran Hancur | SAPA MALAM
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Richard Lee Resmi Ditahan, Doktif Akan Gelar Acara Syukuran
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
Dokter Deva Putriane Viral! Dituding Hina Orang Miskin dan Body Shaming Anak, Siapa Dia?
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Tangis Pensiunan Guru Pecah di DPR: Dana Rp 300 Juta di BLN Hilang
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.