Tangis Sunarsih Budihastuti pecah saat menceritakan pengalamannya dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR terkait kasus dugaan penipuan investasi Koperasi Bahana Lintas Nusantara (BLN).
Pensiunan guru asal Solo itu mengaku hidupnya berubah drastis setelah menjadi korban investasi koperasi tersebut.
“Saya dari pensiunan Bapak. Saya korban BLN. Saya guru 41 tahun masa kerja, menikmati pensiun di Solo baru 4 tahun. Dirayu sama leader BLN ini sebenarnya saya nggak mau, tapi didatangin terus. Didatangin, mungkin kaya hipnoterapi gitu,” jelas Sunarsih di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/3).
Dirayu hingga Serahkan Dana PensiunSunarsih mengatakan awalnya ia tidak berniat mengikuti investasi tersebut. Namun pihak yang menawarkan program itu terus mendatanginya hingga akhirnya ia menyerahkan sebagian dana pensiunnya.
“Dalam 2 jam cair Rp 368 juta. Rp 300 juta masukin di BLN. Saya belum ngeh, setelah 2 bulan saya, loh kok aku nggak terima gaji,” ungkapnya.
Ia baru menyadari ada kejanggalan setelah beberapa bulan tidak menerima dana yang dijanjikan. Sunarsih kemudian menceritakan hal tersebut kepada suaminya.
“Saya lapor sama suami saya, aku begini Rp 300 juta. Suami saya dulu auditor. 19 hari kemudian meninggal. Suami saya meninggal,” tuturnya dengan isak tangis.
Hidup Bergantung Bantuan TemanSejak saat itu kondisi hidupnya semakin sulit. Ia mengaku tidak lagi menerima dana pensiun dan juga tidak mendapatkan hasil apa pun dari investasi di BLN.
“Jadi saya mulai masuk itu Februari. Terus Maret, April saya belum ngeh banget. Akhirnya setelah saya sadar, Mei. Itu tahun 2025. Nanti sampai tahun 2039 aku nggak dapat pensiun,” jelas Sunarsih.
Merasa menjadi korban penipuan, ia kemudian melapor ke Polresta Surakarta.
“Saya langsung sadar, saya langsung ke Polresta Surakarta. Saya langsung pengaduan. Saya nggak nanya siapa-siapa, saya merasa ditipu. Ini mesti orang penipu,” ungkapnya.
Kini ia mengaku harus bertahan hidup dengan bantuan teman-temannya.
“Ini sudah berjalan 1 tahun saya nggak dapat apa-apa. Untung ada teman yang ngasih makan, sudah kamu ngelap-ngelap aja. Saya pensiunan 4C guru, sekarang jadi kerja ngelap-ngelap hanya dikasih makan,” ujar dia.
Banyak Pensiunan Jadi KorbanSunarsih juga menyebut dirinya bukan satu-satunya korban. Dalam grup komunikasi para nasabah BLN, ia menemukan banyak pensiunan lain yang mengalami nasib serupa.
“Itu ternyata setelah saya di grup itu kok bukan hanya saya sendiri. Saya agak ayem, banyak temennya kayak gitu. Pensiunan polisi, pensiunan tentara, pensiunan guru. Saya ketemu dengan para pensiunan korban sama saya, saya agak seneng gitu,” ujar Sunarsih.
Di hadapan anggota DPR, ia memohon agar pemerintah membantu memulihkan kondisi para korban, khususnya para pensiunan yang kehilangan sumber penghasilan.
“Tapi kayak gitu saya mohon Yang Mulia gimana supaya pensiunan ini mau bagaimana lagi, apa saya harus siap mati? Jadi saya mohon bantuannya kalau perlu uang pensiun itu bisa berjalan lagi supaya pejuang-pejuang ini bisa hidup kembali. Itu aja, terima kasih,” kata dia.





