MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, mengajak umat Islam untuk tidak hanya sekadar melafalkan ayat suci Al-Qur’an, tetapi juga mendalami makna yang terkandung di dalamnya sebagai kompas kehidupan. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan tausiyah dalam kegiatan Teladan Mengaji & Berbagi, yang digelar Ikatan Keluarga Alumni Teladan (Ikat) SMAN 3 Jakarta di Masjid Mabes TNI AD, Sabtu (7/3).
Sebagai alumni SMAN 3 Jakarta lulusan 1986, Abdul Mu’ti menekankan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk, rahmat, serta cahaya bagi umat manusia.
Ia mengingatkan agar interaksi dengan kitab suci dimulai dengan hati yang bersih dan permohonan perlindungan kepada Allah dari godaan setan.
Baca juga : Fokus ke Keluarga, Dian Sastrowardoyo Pilih Buka Puasa di Rumah
Al-Qur’an dan Kualitas DiriDalam pesannya, Abdul Mu’ti menyoroti dua dimensi penting dalam membaca Al-Qur’an:
- Penerapan Praktis: Umat diajak memahami Al-Qur’an melalui terjemahan maupun tafsir agar nilai-nilainya dapat diimplementasikan dalam keseharian.
- Manfaat Kognitif: Membaca dan menghafal Al-Qur’an dinilai dapat melatih daya ingat karena membuat otak tetap aktif.
- Fungsi Pengingat: Al-Qur’an berfungsi sebagai peringatan agar manusia tetap konsisten berada di jalan yang benar.
Terkait ibadah di bulan Ramadan, ia menambahkan bahwa tujuan utama berpuasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Salah satu indikator utama ketakwaan tersebut adalah kedermawanan atau kesediaan untuk berbagi.
“Orang bertakwa digambarkan sebagai mereka yang bersedia menginfakkan harta yang dicintainya kepada orang lain, terutama kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan,” jelasnya.
Baca juga : Bahaya Tersembunyi di Balik Gorengan saat Berbuka Puasa
Semangat berbagi ini tercermin dalam kegiatan tersebut melalui penyaluran santunan bagi 250 anak yatim.
Visi Pendidikan 2045Di akhir tausiyahnya, Abdul Mu’ti menggarisbawahi pentingnya sektor pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, penguatan pendidikan agama dan internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an adalah kunci bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi berakhlak mulia. Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi Indonesia yang unggul menuju visi besar 2045. (Z-1)





