Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak tujuh truk sampah tertimbun longsor gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Minggu (8/3/2026). Hingga kini, dua unit truk masih dalam proses evakuasi oleh tim gabungan di lokasi kejadian.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan pihaknya langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat setelah menerima laporan longsor yang terjadi di kawasan TPST Bantargebang.
Advertisement
“Begitu kejadian dilaporkan, kami langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat. Prioritas utama adalah keselamatan petugas, penanganan korban, serta percepatan evakuasi kendaraan yang tertimbun longsoran,” kata Asep dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026).
Asep menjelaskan, dari total tujuh truk yang terdampak longsor, lima unit telah berhasil dievakuasi dari area timbunan sampah. Sementara dua truk lainnya masih berada di lokasi dan sedang dalam proses evakuasi oleh tim gabungan.
“Sementara dua truk lainnya masih dalam proses evakuasi, yakni kendaraan yang dikemudikan oleh Riki Supriyadi dari Sudin LH Jakarta Utara dan Irwan Supriyatin,” jelas Asep.
Selain kendaraan, peristiwa longsor di TPST Bantargebang juga menimbulkan korban jiwa. Berdasarkan data sementara, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dalam kejadian tersebut.
Ketiga korban adalah Sumini (60), pemilik warung di sekitar lokasi, Dedi Sutrisno, sopir truk dari Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat; serta Endah Widayati (25), seorang pemulung yang beraktivitas di area tersebut.




