Kabupaten Bekasi (ANTARA) - Ketua Satgas Perumahan sekaligus Utusan Khusus Presiden RI, Hashim Djojohadikusumo bersama CEO Danantara Rosan Roeslani dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, menerima hibah lahan seluas 30 hektare dari swasta untuk mendukung Program 3 Juta Rumah di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Serah terima hibah lahan ditandai dengan pemberian dokumen serah terima di titik pembangunan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus meninjau lokasi sebelum pematangan lahan serta pembangunan unit.
"Kebutuhan rumah layak huni di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, terdapat sekitar 9 hingga 15 juta keluarga yang belum memiliki rumah," kata Hashim di Cikarang, Minggu.
Dia menjelaskan mengacu data pemerintah pula, terdapat 27 juta rumah tangga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Karena itu, program pembangunan rumah menjadi salah satu prioritas pemerintah.
"Program 3 Juta Rumah per tahun menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Hashim mengaku sektor perumahan memiliki efek ganda yang besar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.
Setiap pembangunan rumah dapat menggerakkan lebih dari 180 sektor industri, mulai dari bahan bangunan hingga perabot rumah tangga.
Selain proyek di lahan hibah tersebut, pemerintah juga menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk pembangunan hunian vertikal, termasuk di Depok yang direncanakan memanfaatkan sekitar 45 hektare lahan untuk ratusan ribu unit rumah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada pendiri Grup Lippo Muchtar Riady bersama keluarga yang telah memberikan lahan tersebut untuk mendukung program perumahan rakyat.
"Ini bukan sekadar komitmen, tetapi lahir dari rasa kebersamaan dan kemanusiaan yang luar biasa untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Ara.
Ia menjelaskan pembangunan hunian di atas lahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan mampu menghasilkan hingga sekitar 140 ribu unit apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Dari gambaran tim, dengan lahan sekitar 30 hektare ini kita kurang lebih bisa membangun sekitar 140.000 unit," ucapnya.
Sementara CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan peninjauan lokasi tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah berjalan terencana dan berkelanjutan.
"Penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional. Melalui kolaborasi pemerintah, Danantara, BUMN dan sektor usaha, kami ingin memastikan pengembangan kawasan hunian ini dirancang secara matang," ucap dia.
Diketahui pengembang properti Lippo Group resmi menghibahkan tanah seluas 30 hektare kepada pemerintah melalui Danantara sebagai wujud kontribusi mendukung program 3 juta rumah.
Program strategis Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah berupa penyediaan hunian untuk mengatasi backlog perumahan.
Lahan 30 hektare ini diproyeksikan mampu membangun 140.000 hunian vertikal, setara 5 persen target nasional 3 juta rumah.
"Alasan kami menghibahkan tanah ini karena mendukung Presiden yang punya hati untuk rakyat," kata CEO Lippo Group James Riady.
Setelah tinjauan lokasi, Kementerian PKP bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan proses pematangan konsep pembangunan, termasuk penyusunan skema pengembangan kawasan hunian, mekanisme penentuan harga serta perumusan konsep dan kriteria pembelian oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca juga: Danantara siapkan Rp16 triliun bangun hunian di lahan hibah Lippo
Baca juga: Pemerintah bangun 140 ribu hunian dari hasil hibah Lippo Group
Baca juga: Usulan hunian vertikal buruh di Bekasi mulai ditindaklanjuti
Serah terima hibah lahan ditandai dengan pemberian dokumen serah terima di titik pembangunan hunian vertikal bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus meninjau lokasi sebelum pematangan lahan serta pembangunan unit.
"Kebutuhan rumah layak huni di Indonesia masih sangat besar. Berdasarkan data yang dihimpun pemerintah, terdapat sekitar 9 hingga 15 juta keluarga yang belum memiliki rumah," kata Hashim di Cikarang, Minggu.
Dia menjelaskan mengacu data pemerintah pula, terdapat 27 juta rumah tangga yang masih tinggal di rumah tidak layak huni. Karena itu, program pembangunan rumah menjadi salah satu prioritas pemerintah.
"Program 3 Juta Rumah per tahun menjadi bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Hashim mengaku sektor perumahan memiliki efek ganda yang besar terhadap pertumbuhan perekonomian nasional.
Setiap pembangunan rumah dapat menggerakkan lebih dari 180 sektor industri, mulai dari bahan bangunan hingga perabot rumah tangga.
Selain proyek di lahan hibah tersebut, pemerintah juga menyiapkan sejumlah lokasi lain untuk pembangunan hunian vertikal, termasuk di Depok yang direncanakan memanfaatkan sekitar 45 hektare lahan untuk ratusan ribu unit rumah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyampaikan apresiasi kepada pendiri Grup Lippo Muchtar Riady bersama keluarga yang telah memberikan lahan tersebut untuk mendukung program perumahan rakyat.
"Ini bukan sekadar komitmen, tetapi lahir dari rasa kebersamaan dan kemanusiaan yang luar biasa untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Ara.
Ia menjelaskan pembangunan hunian di atas lahan tersebut akan dilakukan secara bertahap dan diperkirakan mampu menghasilkan hingga sekitar 140 ribu unit apartemen bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
"Dari gambaran tim, dengan lahan sekitar 30 hektare ini kita kurang lebih bisa membangun sekitar 140.000 unit," ucapnya.
Sementara CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan peninjauan lokasi tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan pengembangan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah berjalan terencana dan berkelanjutan.
"Penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional. Melalui kolaborasi pemerintah, Danantara, BUMN dan sektor usaha, kami ingin memastikan pengembangan kawasan hunian ini dirancang secara matang," ucap dia.
Diketahui pengembang properti Lippo Group resmi menghibahkan tanah seluas 30 hektare kepada pemerintah melalui Danantara sebagai wujud kontribusi mendukung program 3 juta rumah.
Program strategis Presiden Prabowo Subianto ini ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah berupa penyediaan hunian untuk mengatasi backlog perumahan.
Lahan 30 hektare ini diproyeksikan mampu membangun 140.000 hunian vertikal, setara 5 persen target nasional 3 juta rumah.
"Alasan kami menghibahkan tanah ini karena mendukung Presiden yang punya hati untuk rakyat," kata CEO Lippo Group James Riady.
Setelah tinjauan lokasi, Kementerian PKP bersama Danantara Indonesia akan melanjutkan proses pematangan konsep pembangunan, termasuk penyusunan skema pengembangan kawasan hunian, mekanisme penentuan harga serta perumusan konsep dan kriteria pembelian oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca juga: Danantara siapkan Rp16 triliun bangun hunian di lahan hibah Lippo
Baca juga: Pemerintah bangun 140 ribu hunian dari hasil hibah Lippo Group
Baca juga: Usulan hunian vertikal buruh di Bekasi mulai ditindaklanjuti





