JAKARTA, KOMPAS.com - Lubang galian proyek revitalisasi di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, membahayakan pengemudi karena tidak ditutup rapat dengan pembatas jalan.
Berdasarkan pantauan di lokasi, lubang tersebut memanjang menyerupai selokan dengan kedalaman sekitar 30 sentimeter. Lubang memanjang itu dipenuhi air berwarna coklat.
Kondisi tersebut membuat lubang sekilas tidak terlihat oleh pengendara yang melintas.
Baca juga: Taksi Nyungsep ke Lubang di Jalan Rasuna Said gara-gara Genangan Air
Di sekitar lubang sebenarnya terdapat pembatas berupa beton. Namun, jarak antarbeton terlalu renggang sehingga masih memungkinkan kendaraan melintas di sela-selanya.
Warga setempat, Wahyu (23) mengatakan, jarak antarbeton sebelumnya bahkan mencapai sekitar lima meter.
Kondisi itu membuat area galian masih dapat dilalui kendaraan.
“Tadi tuh betonnya jaraknya masih jauh-jauh banget, ada kali sekitar lima meter antara satu beton ke beton lainnya,” ujar Wahyu saat ditemui Kompas.com di lokasi, Minggu.
Menurut dia, jarak pembatas yang terlalu renggang berpotensi membahayakan pengendara yang tidak mengetahui adanya lubang di lokasi tersebut.
Pasalnya, sebuah taksi sempat terperosok ke lubang tersebut.
“Yang saya sayangkan itu kenapa enggak dibedeng saja, karena bahaya juga kalau ada yang enggak tahu,” kata Wahyu.
Baca juga: Dinilai Membahayakan, Warga Minta Galian Proyek Revitalisasi Rasuna Said Diberi Pembatas
Setelah adanya kejadian taksi terperosok di lokasi itu, pembatas beton langsung ditambah.
Namun, menurut Wahyu, pembatas tersebut belum memadai dan masih berbahaya bagi pengguna jalan.
Sebelumnya, sebuah taksi Bluebird terperosok ke lubang galian proyek revitalisasi di Jalan HR Rasuna Said,Minggu (8/3/2026).
Peristiwa tersebut terekam oleh kamera ponsel dan ramai di media sosial usai diunggah oleh akun @dki360 pada hari yang sama.