Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti maraknya disinformasi atau narasi antivaksin yang beredar di masyarakat terkait imunisasi campak. Ia menegaskan vaksinasi merupakan upaya penting untuk melindungi anak-anak dari penyakit yang bisa berakibat fatal.
“Buat-buat gini ya, apa pun yang kita lakukan harusnya untuk menyelamatkan nyawa,” kata Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin (9/3/2026).
Menurut dia, narasi antivaksin bukan hal baru karena sempat muncul juga pada masa pandemi COVID-19. Namun, ia menilai informasi yang menyesatkan tersebut dapat membahayakan kesehatan masyarakat.
“Jadi banyak narasi-narasi dari dulu juga COVID keluar seperti itu. Tapi dengan bantuan para wartawan kan kita bisa menjelaskan juga, ya aduh ngapain sih buang-buang waktu untuk menjelek-jelekkan sesuatu hal padahal itu menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Budi mengungkapkan kasus kematian akibat campak masih terjadi karena sebagian anak tidak mendapatkan imunisasi yang sebenarnya sudah tersedia dan terbukti efektif.
“Kasihan sekali karena campak ini kan yang meninggal sudah ada puluhan ya, gara-gara anaknya tidak diimunisasi. Padahal imunisasinya sudah ada dan efektif,” kata dia.
Karena itu, Budi meminta agar masyarakat tidak menyebarluaskan kekeliruan informasi tersebut dan ajakan untuk menolak vaksinasi.
“Jadi kita minta tolong bantuan sama seperti COVID dulu, ini adalah program yang bagus, menyelamatkan nyawa anak-anak kita, tolong jangan menyebarkan berita-berita yang mencegah atau malah mendorong agar ibu-ibu tidak divaksinasi,” pintanya.
Selain itu, Budi juga menyinggung kasus influencer Ruce Nuenda yang sempat viral karena tetap beraktivitas di luar rumah meski sedang terinfeksi campak. Ia menilai tindakan tersebut berpotensi menularkan penyakit kepada orang lain.
“Aduh, ya harusnya nanti di-ini aja, di IG-nya dia dikasih tahu ‘eh jangan jalan-jalan keluar kalau lagi campak’ karena itu kan nularin ke orang-orang lain kan kasihan itu yang lainnya. Kan campak itu penularannya paling tinggi soalnya,” kata Budi.





