Dinamika Sikap Iran ke Negara Tetangga Imbas Perang Lawan Israel-AS

detik.com
15 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan Iran di seluruh wilayah tersebut. Namun meski meminta maaf ke negara tetangga, Iran tetap memastikan akan merespons tiap serangan yang diluncurkan musuh ke negaranya melalui negara tetangga.

Dirangkum detikcom, Minggu (8/3/2026), dinamika siap Iran tersebut merupakan responnya atas situasi keamanan di kawasan. Pada Sabtu (7/3) kemarin, Presiden Iran sempat meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS atas serangan di wilayah mereka. Dia mengatakan bahwa mereka tidak akan menjadi sasaran kecuali serangan tersebut berasal dari mereka.

"Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," katanya dalam pidatonya yang disiarkan televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP.

Baca juga: Depot Minyak di Kota Karaj Iran Diserang, 6 Orang Tewas

"Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut," imbuhnya.

Pezeshkian juga mengatakan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Israel dan Amerika Serikat, saat perang Timur Tengah memasuki minggu kedua.

Baca juga: Iran Dilaporkan Luncurkan Serangan Baru ke Saudi hingga Bandara Kuwait

Iran Pastikan Respons Serangan yang Diluncurkan dari Tetangga

Lebih lanjut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya akan terpaksa merespons setiap serangan atau upaya invasi musuh yang diluncurkan dari negara tetangga. Iran mengatakan pihaknya merespons serangan bukan berarti memusuhi negara tersebut, akan tetapi merespons sesuai kebutuhan.

Hal itu disampaikan Pezeshkian dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, dilansir AFP, Minggu (8/3/2026). Pernyataan itu ditujukan kepada musuh Iran yang mencoba menyerang Iran menggunakan negara mana pun.

"Jika musuh Iran mencoba menggunakan negara mana pun untuk menyerang atau menginvasi tanah kami, kami akan terpaksa merespons serangan itu. Merespons bukan berarti kami memiliki perselisihan dengan negara itu atau ingin mencelakai rakyatnya -- kami akan merespons karena kebutuhan," kata Pezeshkian.

Baca juga: Distribusi BBM di Teheran Terhenti Sementara Usai Depot Minyak Diserang AS

Sementara itu dalam pernyataan terpisah, Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa pasukannya dapat berperang sengit selama enam bulan dengan kecepatan pertempuran saat ini melawan Amerika Serikat dan Israel.

Juru bicara Garda Revolusi, Ali Mohammad Naini, mengatakan Iran sejauh ini telah menggunakan rudal "generasi pertama dan kedua", tetapi akan menggunakan "rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan" dalam beberapa hari mendatang.




(yld/fca)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Besok! Bazar Prime Ramadan Jakarta Digelar di Balai Kota
• 21 jam laludetik.com
thumb
Refleksi Kepemimpinan Pelayan dalam Pendidikan Katolik
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Apa Itu Eco Enzyme? Cairan Serbaguna dari Sampah Organik yang Ramah Lingkungan
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Vale Siap Ajukan Revisi RKAB ke Kementerian ESDM
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bahlil: Pasokan BBM hingga Idulfitri Aman, Masalahnya Hanya di Harga
• 52 menit lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.