Presiden Iran Masoud Pezeshkian meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan Iran di seluruh wilayah tersebut. Namun meski meminta maaf ke negara tetangga, Iran tetap memastikan akan merespons tiap serangan yang diluncurkan musuh ke negaranya melalui negara tetangga.
Dirangkum detikcom, Minggu (8/3/2026), dinamika siap Iran tersebut merupakan responnya atas situasi keamanan di kawasan. Pada Sabtu (7/3) kemarin, Presiden Iran sempat meminta maaf kepada negara-negara tetangga yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS atas serangan di wilayah mereka. Dia mengatakan bahwa mereka tidak akan menjadi sasaran kecuali serangan tersebut berasal dari mereka.
"Saya harus meminta maaf atas nama saya sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran," katanya dalam pidatonya yang disiarkan televisi pemerintah Iran, dilansir kantor berita AFP.
"Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan kecuali serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut," imbuhnya.
Pezeshkian juga mengatakan bahwa negaranya tidak akan pernah menyerah kepada Israel dan Amerika Serikat, saat perang Timur Tengah memasuki minggu kedua.
Lebih lanjut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya akan terpaksa merespons setiap serangan atau upaya invasi musuh yang diluncurkan dari negara tetangga. Iran mengatakan pihaknya merespons serangan bukan berarti memusuhi negara tersebut, akan tetapi merespons sesuai kebutuhan.
Hal itu disampaikan Pezeshkian dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah, dilansir AFP, Minggu (8/3/2026). Pernyataan itu ditujukan kepada musuh Iran yang mencoba menyerang Iran menggunakan negara mana pun.
"Jika musuh Iran mencoba menggunakan negara mana pun untuk menyerang atau menginvasi tanah kami, kami akan terpaksa merespons serangan itu. Merespons bukan berarti kami memiliki perselisihan dengan negara itu atau ingin mencelakai rakyatnya -- kami akan merespons karena kebutuhan," kata Pezeshkian.
Sementara itu dalam pernyataan terpisah, Garda Revolusi Iran mengatakan bahwa pasukannya dapat berperang sengit selama enam bulan dengan kecepatan pertempuran saat ini melawan Amerika Serikat dan Israel.
Juru bicara Garda Revolusi, Ali Mohammad Naini, mengatakan Iran sejauh ini telah menggunakan rudal "generasi pertama dan kedua", tetapi akan menggunakan "rudal jarak jauh yang lebih canggih dan jarang digunakan" dalam beberapa hari mendatang.
(yld/fca)





