Penulis: Puji Anugerah Leksono
TVRINews, Lumajang
Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir dipadati antrean kendaraan. Pengendara roda dua maupun roda empat terlihat mengantre untuk mengisi bahan bakar, baik jenis Pertalite maupun Pertamax.
Kondisi tersebut diduga dipicu kekhawatiran masyarakat terkait isu keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) setelah muncul kabar penutupan jalur perdagangan minyak dunia di Selat Hormuz akibat meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Antrean kendaraan bahkan terlihat mengular hingga keluar area SPBU, berbeda dengan kondisi normal yang biasanya relatif lancar.
Salah seorang pengendara, Irfan, mengaku harus menunggu lebih lama dari biasanya untuk mendapatkan BBM.
“Biasanya saya isi bensin dua hari sekali dan antreannya paling sekitar lima menit. Sekarang bisa sampai sekitar 20 menit baru mendapat giliran,” ujarnya dikutip, Minggu, 8 Maret 2026.
Sementara itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati, memastikan pasokan BBM di wilayahnya masih dalam kondisi aman dan masyarakat tidak perlu khawatir.
Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan pengecekan langsung terkait ketersediaan BBM di sejumlah SPBU di Lumajang.
“Stok BBM di Lumajang masih aman. Distribusi dari pusat juga berjalan lancar dan tidak ada informasi terkait hambatan pengiriman,” kata Indah.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying yang justru dapat memicu antrean panjang di SPBU.
Pemerintah Kabupaten Lumajang, lanjut Indah, telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan distribusi BBM ke seluruh lembaga penyalur tetap berjalan normal.
Pertamina juga disebut terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat penegak hukum guna mengantisipasi potensi gangguan distribusi BBM di lapangan.
Editor: Redaktur TVRINews





