Karena PSM dan Persebaya Surabaya Rivalitas Juara Super League Mengerucut ke Persib Bandung, Persija Jakarta, dan Borneo

harianfajar
1 hari lalu
Cover Berita


FAJAR, JAKARTA — Kompetisi BRI Super League 2025/2026 mulai memasuki fase yang semakin menentukan. Setelah lebih dari dua puluh pekan berjalan, peta persaingan di papan atas perlahan mengerucut. Beberapa tim yang sebelumnya sempat berada dalam perburuan kini mulai tertinggal, sementara tiga klub terus menjaga ritme dalam perebutan gelar: Persib Bandung, Borneo FC, dan Persija Jakarta.

Di puncak klasemen sementara, Persib Bandung masih memimpin dengan koleksi 54 poin. Namun posisi itu belum sepenuhnya aman. Borneo FC berada tepat di belakang mereka dengan selisih satu angka, sementara Persija Jakarta menempel di posisi ketiga dengan jarak tiga poin.

Perbedaan angka yang tipis membuat setiap pertandingan tersisa memiliki bobot yang jauh lebih besar.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memahami betul situasi tersebut. Ia menilai kompetisi musim ini sangat terbuka karena hampir semua tim memiliki kemampuan untuk saling mengalahkan.

“Di liga ini semua bisa saling mengalahkan. Itu sebabnya liga ini sangat menarik dan juga sangat sulit,” ujar pelatih asal Kroasia itu.

Pernyataan tersebut mencerminkan dinamika kompetisi musim ini. Tidak ada tim yang benar-benar dominan. Bahkan tim papan bawah pun kerap mampu memberikan kejutan bagi klub-klub besar.

Meski demikian, Persib masih memiliki satu modal penting dalam perjalanan menuju gelar: kekuatan mereka di kandang.

Musim ini, Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjelma menjadi benteng yang nyaris tak tertembus. Dari 12 pertandingan kandang yang telah dijalani, Maung Bandung selalu meraih kemenangan. Mereka mencetak 22 gol dan hanya sekali kebobolan—sebuah rekor yang memperlihatkan betapa solidnya performa Persib di depan pendukungnya sendiri.

Menjelang pertandingan pekan ke-25 melawan Persik Kediri, suasana di dalam skuad Persib juga terbilang positif. Beberapa pemain yang sebelumnya mengalami cedera mulai kembali berlatih bersama tim.

Bek tengah Julio Cesar sudah bergabung kembali dalam sesi latihan, sementara Layvin Kurzawa juga terlihat berlatih normal setelah sempat absen pada laga sebelumnya.

Bagi Bojan Hodak, kondisi tersebut justru menimbulkan persoalan tersendiri.

“Para pemain terlihat senang karena kami menjalani musim yang bagus dan sementara berada di posisi pertama. Mereka semua ingin bermain. Ini justru membuat saya bingung menentukan siapa yang akan masuk dalam sebelas pemain pertama,” katanya.

Sementara itu, Borneo FC terus memberi tekanan serius dalam perburuan gelar. Klub asal Samarinda itu baru saja mencatat kemenangan besar yang semakin mempertegas ambisi mereka musim ini.

Di Stadion Segiri, Sabtu malam, Borneo FC membantai Persebaya Surabaya dengan skor telak 5–1. Hasil tersebut bukan hanya memberi tambahan tiga poin, tetapi juga menjadi salah satu kekalahan terbesar yang dialami Persebaya sejak era Super League bergulir.

Borneo tampil sangat efektif sepanjang pertandingan. Setiap peluang yang tercipta hampir selalu berujung ancaman nyata di depan gawang lawan.

Di sisi lain, Persebaya sebenarnya tidak sepenuhnya tanpa perlawanan. Green Force mampu menciptakan beberapa peluang. Namun masalah klasik mereka kembali muncul: penyelesaian akhir yang tidak maksimal.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengakui keunggulan Borneo dalam hal efektivitas tersebut.

Menurutnya, tim lawan mampu memanfaatkan hampir setiap kesempatan yang mereka miliki, sementara Persebaya gagal mengubah peluang menjadi gol.

Di tengah persaingan papan atas yang semakin ketat, tim-tim lain mulai tertinggal dari jalur perebutan gelar.

PSM Makassar misalnya, masih berjuang menemukan konsistensi permainan. Dalam laga terakhirnya, Pasukan Ramang hanya mampu meraih hasil imbang 3–3 saat bertandang ke markas Malut United.

Pertandingan tersebut memang memperlihatkan semangat juang PSM setelah mereka mampu bangkit dari ketertinggalan. Namun hasil itu belum cukup untuk membawa mereka kembali ke jalur perebutan gelar.

Di sisi lain, laga di Ternate juga diwarnai kontroversi setelah muncul laporan mengenai aksi tidak terpuji sebagian penonton terhadap wasit serta intimidasi oknum ofisial terhadap wartawan.

Insiden tersebut menjadi catatan lain yang mencoreng jalannya pertandingan.

Kini, dengan kompetisi yang terus bergerak menuju fase akhir, persaingan juara semakin jelas terbentuk. Persib Bandung masih berada di posisi terdepan, tetapi tekanan dari Borneo FC dan Persija Jakarta terus membayangi.

Dalam situasi seperti ini, satu kesalahan kecil saja bisa mengubah arah klasemen.

Dan seperti yang dikatakan Bojan Hodak, itulah yang membuat liga ini terasa begitu menarik—karena tidak ada satu pun tim yang benar-benar aman sampai peluit akhir musim dibunyikan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Luncurkan Rudal Baru Saat Putra Khamenei Pegang Kendali
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Mengapa Panglima TNI Keluarkan Perintah Siaga 1?
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Meski Sedang Sakit, Vidi Aldiano Masih Pikirkan Ibadah Sebelum Meninggal Dunia
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Kedubes Iran: 1.300 Anak-anak dan Warga Sipil Tewas dalam Serangan Israel-AS
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Periksa Gubernur Riau Abdul Wahid terkait Dugaan Korupsi Anggaran 2025
• 11 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.